Puluhan Starlink Disiapkan BNPB Pulihkan Komunikasi Banjir Tiga Provinsi

Jumat, 28 November 2025 | 13:09:28 WIB
Puluhan Starlink Disiapkan BNPB Pulihkan Komunikasi Banjir Tiga Provinsi

JAKARTA - Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menimbulkan dampak serius, tidak hanya pada infrastruktur dan transportasi, tetapi juga pada jalur komunikasi masyarakat. 

Banyak wilayah kini terisolasi, sehingga warga kesulitan menghubungi keluarga maupun mengakses informasi terkini terkait bantuan dan evakuasi. 

Menanggapi kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dengan membawa puluhan sistem internet satelit Starlink buatan SpaceX ke sejumlah lokasi terdampak.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal Suharyanto, menegaskan bahwa pemulihan jalur komunikasi menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini. 

“Di beberapa titik juga sudah dipasang Starlink. BNPB juga membawa beberapa puluh Starlink. Nanti ini akan didistribusikan ke titik-titik yang terisolasi,” ujarnya. 

Menurut Suharyanto, keberadaan Starlink di lokasi bencana diharapkan dapat mempermudah koordinasi tim penanggulangan bencana, termasuk relawan, aparat daerah, dan lembaga lain yang terlibat.

Dampak Banjir Bandang pada Infrastruktur

Banjir bandang yang melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut menyebabkan berbagai akses vital terganggu. Jalur transportasi terputus, beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik, serta jaringan internet dan komunikasi konvensional tidak berfungsi. 

Kondisi ini membuat warga yang berada di luar provinsi sulit menghubungi sanak keluarga yang terdampak. Suharyanto menjelaskan, gangguan komunikasi ini bukan hanya soal kesulitan pribadi, tetapi juga memengaruhi efektivitas operasi penanggulangan bencana.

“Masyarakat yang di luar tiga provinsi ini masih tidak bisa menghubungi keluarganya. Karena kan listrik, air juga terganggu, komunikasi putus,” kata Suharyanto. 

Dengan adanya Starlink, akses informasi dapat dipulihkan secara cepat sehingga warga terdampak tetap dapat memperoleh panduan evakuasi dan bantuan, sementara tim tanggap darurat bisa berkoordinasi dengan lebih efisien.

Starlink: Solusi Cepat untuk Wilayah Terisolasi

Starlink merupakan sistem internet satelit yang memungkinkan akses jaringan di daerah-daerah terpencil atau terdampak bencana, di mana infrastruktur telekomunikasi konvensional tidak tersedia atau rusak. 

Teknologi ini menjadi alat penting bagi BNPB dalam menjaga aliran informasi tetap lancar di wilayah bencana. Suharyanto menekankan bahwa distribusi Starlink akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan titik-titik yang paling membutuhkan.

“Sekali lagi mudah-mudahan itu bisa membantu dalam proses komunikasi berikutnya,” tambah Suharyanto. Penggunaan Starlink tidak hanya untuk komunikasi warga, tetapi juga untuk mendukung kerja lapangan tim tanggap darurat, termasuk koordinasi logistik, pemetaan daerah terdampak, dan penyaluran bantuan.

Call Centre Khusus Tiga Provinsi

Selain menyiapkan Starlink, BNPB juga membangun call centre khusus untuk menangani bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pusat layanan ini terpisah dari Call Centre BNPB 117, agar informasi terkait bencana di tiga provinsi tersebut tidak tercampur dengan laporan nasional atau daerah lain.

“Untuk tiga provinsi ini ada nomor khusus, nanti akan disebarluaskan kepada masyarakat. Kalau call center BNPB kan 117 tapi tidak digunakan. Khawatir nanti terlalu numpuk, justru berita-berita yang penting malah tidak direspon,” jelas Suharyanto. 

Call centre ini bertujuan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh informasi tentang lokasi evakuasi, distribusi bantuan, hingga status kondisi wilayah mereka.

Koordinasi dengan Mitra dan Relawan

Dalam distribusi Starlink dan penanganan banjir, BNPB bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat daerah, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pihak-pihak lain yang berperan dalam logistik dan pendampingan warga terdampak. 

Pendekatan ini penting agar bantuan dapat tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Suharyanto menegaskan, fleksibilitas menjadi kunci dalam kondisi bencana yang dinamis. Metode distribusi Starlink, misalnya, akan menyesuaikan kondisi lapangan dan rekomendasi pemerintah kabupaten serta kota terdampak. Hal ini dilakukan agar alat komunikasi benar-benar tersedia di titik-titik kritis yang terisolasi.

Memperkuat Sistem Informasi Tanggap Darurat

Pemulihan komunikasi melalui Starlink dan call centre khusus ini diharapkan mampu memperkuat sistem informasi tanggap darurat di Sumatra. 

Dengan akses komunikasi yang lebih baik, koordinasi penanganan bencana menjadi lebih efektif dan cepat, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, hingga pengiriman bantuan medis.

Suharyanto menambahkan, perbaikan jalur komunikasi juga akan mempermudah tim BNPB dalam melakukan koordinasi lintas lembaga dan kelompok masyarakat. Hal ini penting agar proses bantuan bisa tersalurkan secara cepat dan efisien tanpa terjadi tumpang tindih atau kebingungan informasi.

Menjaga Akses Informasi Bagi Masyarakat

Langkah BNPB ini menunjukkan pentingnya teknologi satelit dalam menghadapi bencana alam. Dengan Starlink, masyarakat di daerah terdampak dapat tetap mendapatkan informasi penting, termasuk peringatan dini jika curah hujan meningkat atau sungai rawan meluap. 

Selain itu, media dan tim dokumentasi juga dapat memperoleh akses data real-time untuk melaporkan kondisi di lapangan.

“Harapannya, jalur komunikasi yang terpulihkan dapat mendukung keseluruhan proses tanggap darurat. Baik untuk masyarakat maupun tim BNPB di lapangan,” pungkas Suharyanto.

Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menuntut langkah cepat dalam pemulihan akses komunikasi. 

Dengan membawa puluhan sistem Starlink, membangun call centre khusus, serta bekerja sama dengan berbagai pihak, BNPB berupaya memastikan informasi dan bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat. 

Strategi ini tidak hanya mempercepat respon bencana, tetapi juga memberi rasa aman bagi warga yang terdampak serta memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di seluruh wilayah terdampak.

Terkini