Strategi AirAsia Maksimalkan Permintaan Penumpang Menjelang Liburan Nataru

Jumat, 28 November 2025 | 14:03:30 WIB
Strategi AirAsia Maksimalkan Permintaan Penumpang Menjelang Liburan Nataru

JAKARTA - Menjelang musim perjalanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) mulai mengarahkan fokusnya pada optimalisasi rute-rute domestik yang mengalami lonjakan penumpang. 

Alih-alih sekadar menambah kapasitas secara menyeluruh, maskapai ini memilih strategi berbasis data frekuensi penerbangan untuk memastikan momentum Nataru dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Direktur Utama AirAsia, Raden Achmad Sadikin, menjelaskan bahwa perusahaan menempatkan beberapa rute sebagai prioritas utama pada periode puncak tersebut.

Strategi ini disusun sebagai upaya untuk menadah tingginya permintaan perjalanan menjelang akhir tahun sekaligus memastikan layanan tetap stabil sepanjang musim liburan.

Fokus Rute Berdasarkan Frekuensi Tertinggi

AirAsia memusatkan perhatian pada tiga rute utama yang memiliki frekuensi penerbangan tertinggi sepanjang Januari–September 2025. Ketiga rute tersebut adalah Jakarta–Denpasar, Jakarta–Silangit, dan Jakarta–Bandar Lampung.

Pergerakan penumpang pada rute itu terbilang dominan. Jakarta–Denpasar tercatat sebagai rute tersibuk dengan total 47 kali penerbangan. 

Sementara rute Jakarta–Silangit mencapai 11 kali dan Jakarta–Bandar Lampung 16 kali. Dalam pemantauan perusahaan, tiga rute ini juga selalu menjadi jalur favorit masyarakat terutama ketika musim liburan tiba.

Tak hanya tiga rute tersebut, beberapa jalur domestik lain juga menunjukkan tren mobilitas yang tinggi. Menurut pemaparan perusahaan, rute seperti Jakarta–Manado, Balikpapan, Labuan Bajo, hingga Banjarmasin turut mencatatkan frekuensi penerbangan besar sepanjang tahun.

Achmad menyampaikan, “Saat ini kami sudah menyediakan lebih dari 434.000 kursi penerbangan, khusus dari 18 Desember sampai 5 Januari. Kami juga sudah menyiapkan beberapa tambahan penerbangan yang difokuskan pada domestik.”

Partisipasi dalam Program Diskon Pemerintah

AirAsia juga mencocokkan strategi penjualan tiket dengan kebijakan pemerintah terkait insentif harga tiket pesawat. Kebijakan tersebut dicanangkan oleh Menteri Keuangan Purbaya, yang memberikan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) hingga 6%.

Kebijakan tersebut berlaku untuk pembelian tiket pada periode 22 Oktober 2025 sampai 10 Januari 2026. Program ini dirancang sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional selama periode Nataru.

Achmad menyatakan bahwa AirAsia telah menyesuaikan kebijakan internal agar selaras dengan program pemerintah itu. Ia menegaskan, “Memang untuk saat ini, kami sudah melakukan penyesuaian dan strategi, di mana berlaku pada perjalanan periode 22 Desember sampai dengan 10 Januari untuk pembelian tiket. Jadi kami sudah sesuai dengan apa yang menjadi program pemerintah.”

Ekspansi Rute Meski Kinerja Belum Membaik

Walaupun persiapan untuk menghadapi momentum Nataru sudah dilakukan, CMPP sebenarnya belum mencatatkan kinerja yang ideal pada tahun 2025. Sepanjang Januari–Oktober 2025, AirAsia telah menambah tujuh rute baru yang terdiri dari tiga rute internasional dan empat domestik. Ekspansi rute ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan.

Namun demikian, dari sisi keuangan, kinerja CMPP justru memperlihatkan tekanan. Pendapatan usaha memang tumbuh 2,08% YoY menjadi Rp6,02 triliun. Akan tetapi, beban usaha mengalami lonjakan signifikan yang menggerus performa perseroan.

Pada pos beban perbaikan dan pemeliharaan, CMPP mencatat pengeluaran hingga Rp1,46 triliun. Beban pemasaran naik menjadi Rp364,87 miliar, dan rugi selisih kurs dari kegiatan operasional membengkak menjadi Rp182,52 miliar, meningkat dari Rp72,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat CMPP harus menanggung rugi usaha mencapai Rp466,65 miliar pada Januari–September 2025. Angka ini lebih besar dibandingkan rugi usaha Rp366,62 miliar pada Januari–September 2024.

Strategi Maskapai Menghadapi Permintaan Puncak Nataru

Dengan situasi keuangan yang tertekan, strategi perusahaan dalam memanfaatkan periode Nataru menjadi kunci penting. Momentum ini dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki performa pendapatan melalui tingginya permintaan liburan.

AirAsia mengutamakan efisiensi alokasi kapasitas kursi, penyesuaian harga yang tetap kompetitif, serta penambahan penerbangan khusus pada rute domestik yang memiliki potensi traffic tertinggi.

Dalam konteks industri penerbangan, periode liburan akhir tahun merupakan masa vital untuk menutup target pendapatan tahunan. Maskapai biasanya mengandalkan volume penumpang yang membludak untuk menyeimbangkan beban operasional yang meningkat sepanjang tahun.

Karena itulah AirAsia memastikan penambahan kursi sebanyak 434.000 selama 18 Desember–5 Januari sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan permintaan. Pendekatan ini juga didukung dengan kesiapan operasional di bandara hub, khususnya Jakarta sebagai pintu utama.

Dukungan Pemerintah dan Daya Beli Konsumen

Partisipasi AirAsia dalam program PPN DTP menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk tetap kompetitif di pasar domestik. 

Insentif berupa diskon ini memungkinkan maskapai menawarkan tiket lebih terjangkau, sehingga daya beli konsumen tetap terjaga pada momen liburan akhir tahun yang biasanya penuh biaya tambahan.

Pemerintah menargetkan agar kebijakan tersebut mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung stabilitas sektor pariwisata dan penerbangan. Bagi AirAsia, kebijakan ini memberikan ruang untuk memperbesar volume penjualan tiket tanpa perlu menaikkan harga secara signifikan.

Dengan mengandalkan analisis frekuensi penerbangan dan tren permintaan, AirAsia menyusun strategi komprehensif untuk menangkap peluang musim Nataru. 

Fokus pada rute-rute unggulan, partisipasi dalam program insentif tiket pemerintah, serta penambahan rute sepanjang tahun menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tetap tumbuh meski tengah menghadapi tekanan beban operasional.

Meski mencatat kinerja keuangan yang belum membaik, AirAsia berharap momentum Nataru mampu memberikan kontribusi positif pada pendapatan akhir tahun. Seperti ditegaskan oleh Achmad, strategi dan penyesuaian yang dilakukan telah selaras dengan arahan pemerintah dan kebutuhan pasar selama musim puncak perjalanan.

Terkini