Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Industri Melalui Skema Twin Parks Strategis

Jumat, 28 November 2025 | 15:11:39 WIB
Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Industri Melalui Skema Twin Parks Strategis

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% pada 2029. 

Untuk mencapainya, strategi tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik, tetapi juga perluasan kerja sama internasional dengan negara mitra strategis. 

Salah satu upaya kunci adalah kolaborasi dengan China melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang dirancang untuk memperkuat industri nasional, memperluas aliran investasi, dan meningkatkan integrasi rantai nilai antara kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki potensi besar untuk mempercepat arus investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

“Tujuannya adalah membangun dua kompleks industri di antara kota kembar agar sinergi kedua industri dan rantai nilai dapat optimal,” ujar Airlangga.

Kerja sama Indonesia–China ini muncul di tengah kondisi strategis kedua negara. Populasi gabungan mencapai 1,7 miliar jiwa, dengan nilai ekonomi kolektif US$ 19,2 triliun, menempatkan mereka sebagai kekuatan pasar dan produksi global. 

Selain itu, China tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 135 miliar pada 2024, menegaskan posisi strategis China dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sinergi Industri Melalui Twin Parks

Skema TCTP menekankan pembangunan dua kawasan industri kembar, masing-masing di Indonesia dan China, yang saling terintegrasi secara manufaktur dan teknologi. Kawasan ini akan memadukan:

Kekayaan sumber daya Indonesia

Potensi SDM dan pasar domestik

Teknologi, pembiayaan, serta keahlian manufaktur China

Airlangga menekankan bahwa integrasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong daya saing industri nasional di pasar global. Dengan memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing negara, Indonesia dapat meningkatkan kualitas produk dan efisiensi rantai pasok.

Selain itu, proyek ini akan membuka peluang lapangan kerja baru dan memperkuat industri lokal melalui transfer teknologi dan pengetahuan manufaktur. Investor China dapat menanamkan modal di sektor strategis, dari manufaktur hingga teknologi modern, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

TCTP sebagai Katalis Investasi

Pemerintah menargetkan TCTP menjadi magnet investasi bagi China. Proyek utama saat ini adalah kawasan industri Batang, yang dikembangkan sebagai hub manufaktur modern dengan infrastruktur kelas dunia. Ke depan, proyek serupa bisa diperluas ke daerah lain, termasuk Pulau Bintan, untuk menciptakan jaringan industri terpadu.

Pada 2024, sektor investasi utama China di Indonesia mencakup:

Industri logam: US$ 4 miliar

Industri farmasi: US$ 1 miliar

Kerja sama ini diharapkan memperkuat struktur industri nasional dan menyediakan basis produksi yang lebih kompetitif untuk pasar global. Selain modal, China juga membawa keahlian teknologi dan manajemen produksi yang dapat meningkatkan efisiensi manufaktur Indonesia.

Memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Global

Indonesia memiliki 19 perjanjian perdagangan internasional yang akan efektif, termasuk perjanjian dengan Uni Eropa pada 2027. Hal ini membuka peluang ekspor produk Indonesia lebih luas, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi asing. 

Airlangga menyebut percepatan kerja sama dengan China melalui TCTP menjadi relevan seiring terbukanya akses pasar global yang lebih besar.

Penandatanganan 16 MoU Bernilai Rp 36,4 Triliun

Sebagai bentuk konkret penguatan kolaborasi, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kota Fuzhou menandatangani 16 MoU investasi senilai Rp 36,4 triliun. MoU ini melibatkan pelaku usaha Indonesia dan China, disaksikan langsung oleh Menko Perekonomian.

“Kita membutuhkan lebih banyak proyek di sektor industri baja, manufaktur, perikanan, tekstil, pertanian seperti teh, furnitur, teknologi baru seperti drone, baterai EP, termasuk infrastruktur dan AI,” jelas Airlangga.

MoU tersebut diharapkan mempercepat realisasi proyek dan mempererat hubungan ekonomi kedua negara. Sektor-sektor yang dipilih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat, sekaligus mendukung target pertumbuhan 8% Indonesia pada 2029.

Kolaborasi Indonesia–China melalui skema Two Countries Twin Parks menjadi strategi penting untuk mempercepat investasi, memperkuat rantai pasok industri, dan membuka pasar global lebih luas. 

Penandatanganan 16 MoU senilai Rp 36,4 triliun menegaskan komitmen kedua negara mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan integrasi manufaktur, teknologi, dan sumber daya manusia, kerja sama ini menjadi pilar strategis menuju target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Terkini