Antrean BBM Masih Mengular di Makassar, Pertamina Ungkap Penyebabnya

Rabu, 29 Juli 2026 | 23:05:31 WIB
Antrean Truk BBM Padati Sejumlah SPBU di Makassar, Ini Kata Pertamina [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemandangan antrean panjang kendaraan jenis truk serta bus penumpang hingga kini masih tampak memadati sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di wilayah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Rabu (29/7/2026). 

Barisan kendaraan berat tersebut bahkan terlihat mengular hingga memakan sebagian badan jalan raya di beberapa titik lokasi.

Berdasarkan hasil pantauan langsung oleh tim TribunTimur di lapangan, kepadatan arus antrean kendaraan paling parah terlihat terpusat di area SPBU Jalan Urip Sumoharjo serta di ruas Jalan AP Pettarani.

Kondisi penumpukan kendaraan yang paling mencolok tampak jelas di kawasan SPBU Jalan AP Pettarani yang letaknya berada tepat di sebelah Kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan. 

Deretan kendaraan angkutan berat tersebut tampak membentang mulai dari depan area Kantor Inspektorat Sulsel hingga menjangkau kawasan sekitar Masjid HM Asyik. Mayoritas barisan antrean tersebut didominasi oleh kendaraan truk bak terbuka, armada truk logistik berukuran besar, serta armada bus penumpang umum.

Di dalam area pekarangan SPBU, tiga unit truk tampak sedang bersiaga menunggu giliran untuk mendapatkan jatah pengisian BBM. 

Dua unit kendaraan tengah melakukan proses pengisian bahan bakar, sementara satu unit truk lainnya tampak bersiap untuk maju mendekati dispenser begitu mesin pompa selesai digunakan oleh kendaraan di depannya.

Seusai proses pengisian tuntas, kendaraan yang berada di dalam area SPBU langsung bergerak maju meninggalkan dispenser. Selepas itu, dua unit truk lain yang sebelumnya tertahan mengantre di badan jalan langsung diarahkan masuk ke dalam area SPBU.

Seorang petugas lapangan yang mengenakan seragam baju putih lengkap dengan rompi tampak sigap mengatur kelancaran arus keluar-masuk kendaraan demi memastikan proses antrean tetap berjalan secara tertib.

Sebagian para sopir truk memilih untuk turun meninggalkan kemudi kendaraannya selama berjam-jam menunggu giliran pengisian. Barisan panjang kendaraan tersebut terpaksa memakan satu lajur penuh dari badan jalan di ruas Jalan AP Pettarani.

Kendati situasi tersebut terpantau belum sampai memicu kemacetan total arus lalu lintas, namun keberadaan deretan truk besar yang mangkrak di tepi jalan menuntut para pengguna jalan lain untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintas.

Banyak warga pengguna jalan yang melontarkan keluhan terkait fenomena antrean panjang yang terus berulang setiap harinya, terutama dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan.

 Mereka menuturkan bahwa barisan kendaraan berat tersebut hampir selalu memanjang dan meluber hingga ke badan ruas jalan, baik itu terjadi pada waktu pagi hari maupun saat malam hari.

Fenomena serupa paling sering dijumpai di titik SPBU 74.902.22 yang posisinya berada tepat di depan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) serta di lokasi SPBU 74.902.88 yang terletak di samping perguruan tinggi Universitas Cokroaminoto.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengemukakan penjelasannya bahwa lonjakan antrean panjang kendaraan tersebut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan terhadap pasokan BBM seiring dengan bertambahnya intensitas aktivitas distribusi logistik di wilayah setempat.

Menurut penjelasannya, posisi strategis Provinsi Sulawesi Selatan yang bertindak sebagai gerbang utama jalur distribusi logistik menuju ke berbagai wilayah daerah lain di Pulau Sulawesi turut mendongkrak lonjakan jumlah armada kendaraan logistik yang singgah mengisi bahan bakar di Kota Makassar.

"Biasanya masuk ke Makassar, pasti lewat Trans Sulawesi menuju ke Sulteng, sampai ke Sulawesi Utara. Kami sudah mapping ini," jelas Deny Sukendar dikutip dari TribunTimur, Selasa (28/7/2026) siang.

"Jadi kelihatannya ini mobil-mobil logistik sudah mulai meningkat lagi. Untuk wilayah, terutama kalau di kami itu di wilayah Maros menuju ke Trans Sulawesi," tambahnya.

Lebih lanjut, Deny turut membeberkan faktor penyebab lain yang membuat fenomena antrean tersebut terus berlangsung setiap hari di SPBU. Banyak pengemudi truk memilih untuk tidak langsung pergi dan tetap memarkirkan kendaraannya di area SPBU setelah proses pengisian BBM selesai.

Ia menjelaskan bahwa setiap armada truk hanya diberikan batasan kuota pengisian maksimal sebanyak 200 liter BBM per harinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, kapasitas daya tampung tangki bahan bakar dari sebagian besar kendaraan berat tersebut mencapai kisaran 400 hingga 600 liter, sehingga volume tangki belum bisa langsung terisi penuh hanya dalam sekali proses pengisian.

Dampaknya, sebagian sopir memilih untuk bersiaga menunggu sampai keesokan harinya agar bisa kembali melakukan pengisian BBM hingga tangki kendaraan mereka terisi penuh sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ekspedisi mereka.

"Memang beberapa truk ini ada yang memenuhi dulu tankinya. Jadi katakanlah tangkinya ada yang sekitar 400-600 liter. Lalu mengisi, kan kalau maksimal sehari itu sesuai ketentuan 200 liter," jelas Deny.

"Nah, mereka itu belum mau jalan dulu, tapi menunggu dulu. Menginap mungkin sekitar 1 hari, nanti besoknya mengisi lagi. Sudah mulai full baru jalan," sambungnya.

Sebagai langkah solutif guna meredam tingkat kepadatan antrean, pihak Pertamina telah mengambil kebijakan dengan meningkatkan volume distribusi pasokan BBM ke sejumlah titik SPBU.

Berdasarkan pemaparan Deny, alokasi tambahan pasokan BBM yang digelontorkan mencapai kisaran 10 hingga 15 persen lebih tinggi apabila dikomparasikan dengan angka penyaluran pada bulan-bulan sebelumnya, demi menjamin agar kebutuhan solar bagi armada truk maupun bus penumpang dapat terpenuhi dengan baik.

Di samping menggenjot penambahan stok pasokan, pihak Pertamina juga telah menginstruksikan kepada pihak pengelola SPBU untuk memulai jadwal jam operasional pelayanan lebih awal dari biasanya agar antrean panjang tidak menumpuk pada saat jam-jam sibuk masyarakat mulai beraktivitas.

"Kami juga sudah ini memajukan operasional SPBU menjadi lebih pagi. Sekitar jam 5-6 pagi ini sudah operasi karena kami harapkan bisa memecah antrian, biar tidak orang mulai kerja truk antre panjang," jelas Deny.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan bahwa pihak jajaran pemerintah daerah telah membangun koordinasi intensif bersama pihak Pertamina untuk menyikapi persoalan antrean panjang di berbagai SPBU.

Jufri meminta agar pihak Pertamina secara konsisten memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap aman sekaligus menata ulang skema pengaturan alur pengisian agar barisan kendaraan tidak sampai mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat umum.

"Jadi, sebenarnya suplai Pertamina sudah 15 persen lebih banyak dibanding suplai yang sewajarnya, ya kan," pungkas Jufri.

Terkini