upiah Ditutup Menguat ke Rp18.073, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:13:31 WIB
Rupiah Berbalik Menguat ke Rp18.073 Ditopang Sentimen Kebijakan The Fed [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat sebanyak 10 poin ke level Rp18.073 per dolar AS dalam sesi perdagangan hari Rabu (29/7/2026). Pergerakan mata uang rupiah ini dipengaruhi oleh dinamika sentimen arah kebijakan moneter The Fed yang diestimasi tidak bakal menaikkan tingkat suku bunga di dalam agenda forum Federal Open Market Comitte (FOMC) bulan Juli 2026 ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa proyeksi tersebut mengemuka di tengah adanya ekspektasi akan meredanya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan pihak Iran.

"Menjelang peristiwa penting terkait kebijakan bank sentral, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan, yang menyebabkan penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi," kata Ibrahim, Rabu (29/7/2026).

Ibrahim menyampaikan pula bahwa para pelaku pasar keuangan saat ini terus mencermati perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah secara saksama setelah Iran meluncurkan sejumlah proyektil rudal balistik yang menargetkan posisi pasukan AS di wilayah tersebut.

Di dalam perkembangan paling baru, eskalasi ketegangan kembali meningkat setelah sebelumnya pasar sempat diliputi rasa optimisme tinggi bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran bakal memperlihatkan titik terang kemajuan. 

Pihak Trump, ujar Ibrahim, sempat mengeklaim adanya probabilitas besar bagi pencapaian kemajuan dalam kerangka dialog bersama Iran, sekalipun pihak Teheran secara tegas menepis adanya niatan untuk melangsungkan proses negosiasi ataupun gencatan senjata.

Sementara itu, apabila meninjau dari sudut pandang faktor sentimen domestik dalam negeri, Ibrahim mengungkapkan bahwa saat ini pasar memberikan respons yang cenderung negatif terhadap rilis laporan lembaga Indikator Politik Indonesia yang membeberkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam hingga menyentuh angka 49,5%.

"Tingkat kepuasan kinerja Prabowo ini turun sekitar 18% dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada April 2026. Saat itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 68%. Bahkan pada Desember 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 81%," kata Ibrahim.

Menilik berbagai variasi faktor sentimen yang menyertai gerak fluktuasi rupiah di pasar keuangan saat ini, Ibrahim memproyeksikan bahwasanya mata uang rupiah bakal ditutup dalam zona pelemahan pada sesi perdagangan hari esok, Kamis (30/7/2026).

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.070 sampai Rp18.130 per dolar AS," pungkasnya.

Terkini