Laba WIKA Beton (WTON) Tumbuh 9,14% Jadi Rp4,74 Miliar di Semester I

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:21:32 WIB
Laba Bersih WIKA Beton (WTON) Tembus Rp4,74 Miliar di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) berhasil meraih kenaikan laba bersih pada semester I/2026 berkat sokongan efisiensi operasional serta tingginya kontribusi dari sektor produk putar.

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ini mengantongi laba bersih senilai Rp4,74 miliar di sepanjang paruh pertama tahun 2026. 

Perolehan tersebut terangkat 9,14% secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan dengan masa yang sama di tahun sebelumnya.

Terdongkraknya bottom line WTON disokong oleh perolehan pendapatan usaha yang menembus Rp1,48 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026.

Di samping itu, performa keuangan perseroan juga terpacu oleh penerapan efisiensi operasional lewat penggunaan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) serta aksi divestasi aset yang nonproduktif.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Ignatius Harry mengutarakan bahwa penataan struktur finansial serta efisiensi yang dijalankan perseroan bermaksud untuk mempertahankan stabilitas bisnis di tengah dinamika sektor konstruksi.

"Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif, dengan fokus utama menjaga ritme pertumbuhan demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," ujar Ignatius dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Mengenai kontribusi unit bisnis, porsi pendapatan WTON sepanjang semester I/2026 sebagian besar ditopang oleh segmen produk putar yang memberikan sumbangan 47,91% terhadap total pendapatan. 

Sementara itu, segmen produk non-putar menyumbangkan 34,44%, disusul oleh segmen konstruksi sebesar 13,27%, dan segmen jasa sebesar 4,37%.

Pemulihan WTON juga tecermin pada indikator likuiditas dan rasio solvabilitas. Angka current ratio bertahan di posisi 130,95%, sedangkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) melandai dari 81,75% menuju 71,52% secara tahunan.

Melangkah ke paruh kedua tahun 2026, perseroan berniat untuk berfokus memperkokoh pelaksanaan tata kelola berkelanjutan sekaligus memacu efisiensi pada rantai pasok.

Terkini