Elnusa Rampungkan Survei Seismik 3D Kandawulo Seluas 2.500 Km²

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:13:02 WIB
Elnusa Tuntaskan Survei Seismik Offshore 3D 20 Hari Lebih Cepat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) telah merampungkan kegiatan Survei Seismik Offshore 3D Kandawulo yang berlokasi di perairan Selat Makassar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dengan cakupan wilayah seluas 2.500 kilometer persegi (km²).

Penyedia jasa energi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina tersebut berhasil merampungkan akuisisi data seismik hanya dalam tempo 56 hari, yakni 20 hari lebih singkat dibandingkan tenggat target awal yang ditetapkan selama 76 hari.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk Andri Haribowo memaparkan bahwa riset seismik merupakan fase yang sangat krusial dalam mata rantai industri hulu migas karena menghasilkan pemetaan bawah permukaan yang menjadi pijakan utama penentuan eksplorasi.

"Penyelesaian akuisisi data 20 hari lebih cepat dari target dengan tetap membukukan 99.120 jam kerja aman menunjukkan bahwa produktivitas, kualitas pekerjaan, dan keselamatan operasi dapat berjalan beriringan melalui penerapan standar operasional yang disiplin," ujar Andri dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Menurut penjelasannya, keberhasilan ini merefleksikan keahlian operasional Elnusa dalam menyajikan layanan geosains berkat sokongan inovasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, serta penguatan budaya kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas geosains dan inovasi layanan guna mendukung peningkatan aktivitas eksplorasi migas serta ketahanan energi Indonesia yang berkelanjutan," kata dia.

Menyusul tuntasnya tahap akuisisi, data seismik selanjutnya akan memasuki tahapan pemrosesan menggunakan teknik Pre Stack Time Migration yang diproyeksikan memakan waktu kisaran enam bulan. 

Hasil dari pengolahan data tersebut bakal digunakan sebagai pembanding dasar untuk mendeteksi struktur bawah permukaan yang berpotensi menyimpan cadangan minyak dan gas bumi.

Di samping merampungkan agenda proyek lebih awal dari jadwal, Elnusa turut membukukan capaian 99.120 jam kerja aman tanpa diwarnai insiden kecelakaan kerja sepanjang pelaksanaan operasional survei.

Andri menyampaikan bahwa kelancaran operasi di lapangan tak lepas dari sinergi koordinasi bersama jajaran pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, personel TNI, Polri, pihak Kesyahbandaran, hingga instansi terkait lainnya.

Elnusa juga membangun ruang dialog dan komunikasi bersama komunitas masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Mamuju, melalui sosialisasi mengenai tahap operasional, batas wilayah kerja, hingga mekanisme kerja survei. 

Langkah ini ditempuh demi memastikan kegiatan eksplorasi dapat berjalan selaras dengan mata pencaharian warga sekitar.

Upaya ini menjadi strategi Elnusa dalam menciptakan pemahaman kolektif agar aktivitas eksplorasi mampu bergulir berdampingan dengan kegiatan perekonomian masyarakat pesisir.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas geosains dan inovasi layanan guna mendukung peningkatan aktivitas eksplorasi migas serta ketahanan energi Indonesia yang berkelanjutan," kata Andri.

Terkini