Apakah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air? Ini Penjelasan Ahli

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:22:01 WIB
Penjelasan Ahli Soal Kemampuan Teh dalam Menghidrasi Tubuh [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak individu mengawali hari dengan menyeduh secangkir teh hangat. Selain menyajikan efek menenangkan, teh kerap kali dinilai mampu menyokong pemenuhan asupan cairan harian. 

Namun, masih beredar pandangan bahwa kadar kafein pada teh justru memicu tubuh kehilangan cairan lebih banyak ketimbang air putih. Lantas, apakah teh memiliki tingkat hidrasi yang setara dengan air?

Teh sanggup menghidrasi tubuh hampir setara air putih 

Ahli gizi Lauren Manaker, M.S., R.D.N. menguraikan bahwa anggapan teh memicu dehidrasi sebagian besar merupakan mitos belaka. 

Dirinya merujuk pada riset yang mengomparasi konsumsi teh hitam dengan air putih, yang mana membuktikan keduanya menyajikan kadar hidrasi yang seimbang.

"Dalam jumlah yang diteliti, teh hitam menghidrasi tubuh sama baiknya dengan air putih," ujar Manaker, seperti dikutip Delish, Jumat (31/7/2026).

Selaras dengan hal tersebut, ahli gizi Jessica Clancy-Strawn, M.A., R.D.N. mengutarakan bahwa kandungan kafein pada teh memang membawa efek diuretik, tetapi dampaknya tergolong minim sehingga tidak memangkas fungsi hidrasi secara signifikan jika diminum dalam takaran wajar.

Kadar kafein tak serta-merta memicu tubuh kekurangan cairan 

Kafein sering dikorelasikan dengan lonjakan pembuangan urine, sehingga tidak sedikit orang menjauhi teh kala hendak menjaga kestabilan hidrasi. 

Kendati demikian, Clancy-Strawn mengimbuhkan bahwa efek diuretik tersebut baru terasa dampaknya apabila asupan kafein yang masuk sangat tinggi.

Dirinya turut menjelaskan bahwa teh manis tetap dapat menyokong pemenuhan kebutuhan cairan. Walau gula mampu memengaruhi kadar glukosa darah untuk sementara waktu, dinamika itu tak menyumbat proses hidrasi di dalam tubuh.

Di samping menyuplai kembali cairan yang hilang, teh turut dibekali senyawa aktif seperti polifenol yang bertindak sebagai antioksidan. Dengan begitu, secangkir teh tak sekadar menyokong pemenuhan cairan, melainkan turut menyajikan faedah ekstra bagi kebugaran tubuh.

Teh herbal menjadi opsi paling efektif untuk hidrasi

 Meskipun hampir seluruh varian teh sanggup menopang hidrasi tubuh, jenis teh herbal tanpa kandungan kafein dinilai sedikit lebih unggul. Ahli gizi Angel Luk, R.D. menyampaikan bahwa teh peppermint dan chamomile secara teknis lebih optimal menghidrasi lantaran murni bebas dari kafein.

"Secara teknis, teh bebas kafein seperti peppermint dan chamomile lebih menghidrasi dibandingkan teh berkafein. Namun, perbedaannya relatif kecil karena efek diuretik kafein pada teh juga sangat ringan," kata Luk.

Clancy-Strawn menyusulkan bahwa teh herbal semisal mint, chamomile, rooibos, hibiscus, hingga jahe sanggup menghidrasi tubuh setara dengan air putih lantaran tak mengantongi efek diuretik.

 Beberapa varian teh herbal bahkan mengandungi elektrolit alami yang berguna mengawal keseimbangan cairan tubuh, utamanya pasca-beraktivitas.

Tetap kendalikan konsumsi teh demi manfaat yang optimal 

Kendati aman dikonsumsi saban hari, jajaran pakar mengimbau agar teh tidak dijadikan sebagai satu-satunya tumpuan sumber cairan. 

Manaker menyampaikan bahwa minum kisaran tiga hingga lima cangkir teh per hari secara umum masih terhitung aman dan bahkan sanggup mendatangkan faedah kesehatan.

Namun, konsumsi berlebihan berpotensi memicu kendala pencernaan, mengeskalasi sensitivitas atas kafein, hingga menghambat penyerapan bermacam mineral imbas kandungan zat tanin dalam teh.

Oleh karena itu, air putih tetap bertindak sebagai minuman utama guna mencukupi kebutuhan cairan harian. Sementara itu, teh sanggup diposisikan sebagai pendamping yang menyokong pemenuhan hidrasi sekaligus memberikan khasiat kebugaran ekstra bila diminum secara bijaksana.

Terkini