JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa pembukaan rute penerbangan internasional yang menghubungkan Semarang dengan Kuala Lumpur dan Singapura telah memberikan dampak positif.
Rute ini terbukti meningkatkan daya tarik provinsi tersebut di mata para investor. Langkah strategis ini tidak hanya membuka peluang baru di sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap arus investasi, terutama dari Singapura.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa penerbangan internasional yang melalui Bandara Ahmad Yani Semarang memberikan kemudahan bagi investor untuk melakukan perjalanan langsung ke Jawa Tengah, khususnya menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Menurutnya, dengan adanya penerbangan langsung ini, waktu tempuh menuju lokasi investasi dapat dipangkas signifikan, sehingga semakin meningkatkan efisiensi perjalanan bisnis para investor.
Penerbangan Internasional Buka Peluang Baru bagi Investasi Singapura
Sakina menambahkan bahwa Singapura, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kontribusi investasi terbesar di Jawa Tengah, menjadi salah satu negara yang paling diuntungkan dari pembukaan rute internasional ini.
Setelah penerbangan Semarang-Singapura dimulai oleh maskapai Scoot, tercatat bahwa banyak pelaku usaha asal Singapura yang langsung mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana mobilitas yang lebih mudah turut mendongkrak kehadiran investor asing.
"Setelah penerbangan langsung ke Singapura dibuka, pelaku usaha dari Singapura yang sebelumnya harus transit melalui Jakarta, kini bisa langsung menuju Jawa Tengah. Ini tentunya menghemat waktu dan meningkatkan kenyamanan investor," ujar Sakina.
Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya minat investasi dari Singapura, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di kawasan industri dan KEK Kendal.
Singapura Jadi Kontributor Utama Investasi di Jawa Tengah
Menurut catatan DPMPTSP Jawa Tengah, Singapura telah menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau sekitar 22,48 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) yang ada di provinsi ini.
Posisi Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jawa Tengah, setelah Hong Kong, menjadi bukti bahwa penerbangan internasional langsung sangat berperan dalam menarik minat investor asing, khususnya dari negara tetangga.
“Singapura memiliki kontribusi yang besar dalam penanaman modal di sektor industri di Jawa Tengah. KEK Kendal, yang merupakan hasil konsorsium antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura, menjadi salah satu proyek besar yang mendatangkan investasi signifikan," jelas Sakina.
Efisiensi Waktu dan Aksesibilitas Jadi Keunggulan Rute Penerbangan Internasional
Pembukaan rute penerbangan internasional ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor investasi, tetapi juga bagi sektor pariwisata.
Kehadiran rute penerbangan langsung dari Semarang ke Singapura dan Kuala Lumpur semakin memudahkan wisatawan dan pelaku usaha untuk menjelajahi Jawa Tengah, yang semakin dikenal sebagai destinasi potensial untuk investasi dan pariwisata.
Sakina menekankan bahwa aksesibilitas yang lebih baik ini membantu mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan-kawasan strategis, seperti KEK Kendal dan Batang, yang terus berkembang berkat investasi dari luar negeri.
Hal ini juga meningkatkan daya saing daerah Jawa Tengah di mata investor internasional yang sebelumnya lebih memilih destinasi lain yang lebih mudah diakses.
Pendekatan Pemprov Jateng untuk Memperluas Investasi
Lebih lanjut, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong agar investor yang telah memiliki basis di provinsi ini memperluas investasinya ke daerah lain yang memiliki potensi ekonomi.
Tidak hanya berfokus pada kawasan industri seperti KEK Kendal, tetapi Pemprov Jateng juga melakukan pendekatan dengan investor domestik maupun asing untuk memastikan investasi tersebar merata ke berbagai sektor dan daerah.
“Selain mendorong investasi di kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor, baik asing, domestik, maupun lokal. Kami melakukan pendampingan, termasuk saat beberapa waktu lalu ada masalah dengan sistem OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach). Kami duduk bersama untuk memfasilitasi solusi,” ujar Sakina.
Pemprov Jateng Dorong Kualitas Investasi dan Infrastruktur yang Terus Berkembang
Langkah lain yang diambil oleh Pemprov Jateng adalah terus mengembangkan infrastruktur dan mempersiapkan kawasan-kawasan strategis untuk menarik investasi lebih banyak.
Hal ini bertujuan agar kawasan-kawasan yang sudah ada bisa berkembang lebih pesat dan menarik investor untuk masuk, dengan memberikan fasilitas yang memadai dan kemudahan dalam berbisnis.
Pembukaan rute penerbangan internasional ini diharapkan juga dapat memberikan dampak positif pada sektor lainnya, seperti manufaktur, logistik, dan perdagangan, yang semakin berkembang pesat seiring dengan bertambahnya jumlah investor dan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggeliat.
Keberlanjutan Penerbangan Internasional Setelah Pandemi
Penerbangan internasional yang sebelumnya terhenti selama pandemi COVID-19 kini mulai kembali normal sejak tahun 2024. Rute Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura telah dibuka kembali, dengan penerbangan menuju Malaysia pada September 2025 dan ke Singapura pada Desember 2025.
Pemprov Jawa Tengah berharap bahwa pembukaan rute penerbangan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemulihan ekonomi yang lebih merata di seluruh provinsi.
Meningkatkan Keterhubungan Jawa Tengah dengan Dunia Internasional
Dengan adanya rute penerbangan internasional yang menghubungkan Semarang dengan dua kota besar di Asia, Pemprov Jawa Tengah berharap dapat lebih meningkatkan keterhubungan provinsi ini dengan pasar global.
Hal ini tentu membuka lebih banyak peluang untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang dapat meningkatkan perekonomian lokal dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Jawa Tengah.