JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Selasa 27 Januari 2026, dibuka dengan sedikit penurunan.
Berdasarkan data yang terpantau di pasar, IHSG berada di angka 8.974,565 pada awal perdagangan, namun langsung mengalami penurunan signifikan hingga 0,76 persen atau turun 68,531 poin, yang membuatnya jatuh ke level 8.906,803.
Meskipun IHSG mengalami pelemahan di pembukaan perdagangan hari ini, para investor tetap dapat menemukan peluang cuan tipis-tipis dengan memanfaatkan beberapa saham yang berpotensi naik.
Meskipun 410 saham menunjukkan pelemahan, terdapat pula 169 saham yang menguat, sementara 121 saham lainnya stagnan. Ini menandakan bahwa pasar saham Indonesia memiliki dinamika yang cukup menarik bagi investor yang teliti.
Kondisi IHSG dan Proyeksi Pergerakan Selanjutnya
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangan bahwa IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan, asalkan mampu bertahan di level support 8.880.
Dalam analisis hariannya, Fanny menyebutkan bahwa untuk hari ini, IHSG berpotensi menguat jika berada di kisaran support antara 8.880 hingga 8.900, sementara resistennya berada di rentang 9.000 hingga 9.050.
Namun, dengan adanya net sell asing yang cukup besar kemarin, yaitu sekitar Rp1,01 triliun, investor harus tetap waspada terhadap pergerakan saham-saham blue chip yang banyak dijual oleh investor asing, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BUMI, dan MDKA.
Pergerakan Bursa Asia dan Wall Street
Sementara itu, pergerakan bursa saham internasional juga memberikan gambaran yang beragam. Di Wall Street, indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite menguat didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi besar seperti Meta Platforms dan Apple.
Meskipun demikian, investor tetap waspada terhadap dinamika politik AS dan perkembangan laporan keuangan emiten serta keputusan suku bunga dari The Fed.
Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik menunjukkan pergerakan yang mixed. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat mengalami penurunan cukup dalam sebesar 1,79 persen, sementara indeks Topix turun 2,13 persen.
Namun, ada juga pergerakan positif, seperti yang terlihat pada indeks Kosdaq yang melonjak 7,09 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga sedikit mengalami penurunan sebesar 0,01 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia libur pada hari tersebut.
Peluang Cuan di Saham-Saham Tertentu
Meskipun IHSG sedang melemah, terdapat beberapa saham yang dianggap sebagai pilihan menarik untuk trading pada hari ini, 27 Januari 2026. Berikut adalah beberapa rekomendasi saham dengan potensi cuan tipis-tipis yang dapat dijadikan pertimbangan bagi investor:
1. BUMI (Bumi Resources Tbk)
Rekomendasi: Sell on high
Target Harga: Rp342 - Rp352
Catatan: Jika harga saham BUMI tidak mampu menembus level Rp358, ada potensi koreksi lagi ke kisaran Rp322. Oleh karena itu, sell on high menjadi pilihan yang tepat jika harga mendekati target atas.
2. EMTK (Elang Mahkota Teknologi Tbk)
Rekomendasi: Speculative buy
Area Beli: Rp1.000 - Rp1.010
Cut Loss: Di bawah Rp990
Target Harga: Rp1.080 - Rp1.150
Catatan: Saham EMTK berpotensi mengalami kenaikan jika diperdagangkan di atas level support. Cut loss di bawah Rp990 untuk menghindari potensi kerugian lebih lanjut.
3. BREN (Bank Negara Indonesia Tbk)
Rekomendasi: Buy if break
Target Harga: Rp9.575 - Rp9.700
Catatan: Saham BREN berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil menembus level Rp9.425. Perhatikan level resistance di kisaran Rp9.575 hingga Rp9.700.
4. CDIA (Catur Dharma Tbk)
Rekomendasi: Speculative buy
Area Beli: Rp1.360
Cut Loss: Di bawah Rp1.330
Target Harga: Rp1.415 - Rp1.460
Catatan: CDIA memiliki peluang untuk naik jika mampu mempertahankan level di atas Rp1.360. Selalu perhatikan area cut loss di bawah Rp1.330.
5. BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk)
Rekomendasi: Speculative buy
Area Beli: Rp1.255 - Rp1.280
Cut Loss: Di bawah Rp1.250
Target Harga: Rp1.300 - Rp1.320
Catatan: BRMS menunjukkan potensi untuk menguat di kisaran harga ini, dengan target naik menuju Rp1.300 hingga Rp1.320.
6. PTRO (PT Petrosea Tbk)
Rekomendasi: Speculative buy
Area Beli: Rp8.325
Cut Loss: Di bawah Rp8.275
Target Harga: Rp8.675 - Rp9.000
Catatan: PTRO berpeluang naik dengan target harga di kisaran Rp8.675 hingga Rp9.000. Pantau dengan cermat area cut loss yang terletak di bawah Rp8.275.
Strategi Berinvestasi di Pasar Saham
Mengikuti pergerakan pasar saham memang penuh dengan risiko, namun bagi investor yang cerdas, setiap penurunan dapat menjadi peluang untuk mendapatkan cuan.
Salah satu kunci untuk mendapatkan keuntungan dalam pasar saham adalah dengan memilih saham-saham yang memiliki potensi untuk menguat meskipun IHSG sedang melemah.
Bagi investor yang ingin memperoleh cuan tipis-tipis, disarankan untuk memperhatikan saham-saham dengan volatilitas rendah hingga menengah.
Saham-saham yang bergerak dalam rentang harga tertentu, seperti yang disebutkan di atas, menawarkan peluang bagi para trader untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga dalam jangka pendek.
Namun, bagi investor jangka panjang, penting untuk tetap memantau kinerja emiten dan tren sektor industri yang sedang berkembang. Saham-saham dengan fundamental yang kuat dapat menjadi pilihan yang tepat untuk investasi lebih lama meskipun terkadang mengalami fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Meskipun IHSG menunjukkan penurunan pada awal perdagangan hari ini, masih ada peluang untuk mendapatkan cuan di pasar saham Indonesia, khususnya dengan memilih saham-saham yang memiliki potensi kenaikan.
Dengan memilih saham-saham seperti BUMI, EMTK, BREN, CDIA, BRMS, dan PTRO, investor dapat memanfaatkan fluktuasi harga untuk memperoleh keuntungan tipis-tipis.