Menkes Apresiasi BPOM sebagai Teladan Pakistan dalam Pengawasan Obat

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:57:27 WIB
Menkes Apresiasi BPOM sebagai Teladan Pakistan dalam Pengawasan Obat

JAKARTA - Indonesia telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam sektor kesehatan global, khususnya di bidang pengawasan obat dan makanan. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah mencapai level 4 dalam penilaian maturitas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat reputasi Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membantu negara lain, termasuk Pakistan, dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pengawasan obat dan makanan mereka.

Budi menceritakan bahwa dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Kesehatan Pakistan, dia diminta untuk memberikan panduan kepada Pakistan tentang bagaimana mereka dapat naik level 4 dalam penilaian WHO. 

Menurut Budi, Pakistan sangat membutuhkan bantuan dalam memperkuat pengawasan obat dan makanannya, karena mereka saat ini masih berada pada level 2. "Mereka sangat tertarik melihat bagaimana BPOM Indonesia bekerja dan ingin belajar dari pengalaman kami," ujar Budi, yang merasa bangga atas pencapaian BPOM Indonesia.

Menteri Kesehatan Pakistan menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pengawasan makanan dan obat-obatan, terutama dengan adanya tantangan besar seperti tingginya angka kelahiran dan kebutuhan akan vaksin halal di negara tersebut. 

Pakistan, dengan populasi sekitar 240 juta orang, memiliki lebih banyak bayi yang lahir setiap tahun dibandingkan Indonesia. Kebutuhan vaksin halal bagi mayoritas penduduk Muslim di Pakistan juga menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, BPOM Indonesia siap membantu untuk memperkenalkan produk farmasi halal ke pasar global, termasuk Pakistan.

BPOM Indonesia Menjadi Model Dalam Pengawasan Obat dan Makanan

Sebagai negara dengan populasi besar dan tantangan kesehatan yang kompleks, Indonesia memiliki peran penting dalam sistem kesehatan global. BPOM Indonesia, dengan status level 4 maturitas yang diperoleh dari WHO, menjadi acuan internasional dalam hal pengawasan obat dan makanan. 

Maturitas level 4 ini menunjukkan bahwa BPOM Indonesia telah mencapai standar internasional dalam mengelola pengawasan kualitas obat dan makanan, dan memiliki sistem yang terstruktur serta transparan.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa BPOM Indonesia tidak hanya memiliki kapasitas untuk mengelola pengawasan domestik, tetapi juga berperan aktif dalam membantu negara lain yang membutuhkan peningkatan dalam sektor pengawasan.

 Salah satu negara yang mendapatkan manfaat dari prestasi BPOM Indonesia adalah Pakistan, yang saat ini memiliki banyak tantangan dalam pengawasan obat dan makanan. Pakistan sangat membutuhkan pembenahan dalam sistem pengawasan, terutama dengan populasi yang besar dan permintaan vaksin halal yang meningkat.

Pada saat yang sama, Budi juga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar produk farmasi, terutama yang halal, di Pakistan. 

Mengingat kedekatannya dengan negara produsen vaksin terbesar di dunia, yaitu India, tetapi dengan kondisi politik yang mempersulit kerjasama, Pakistan menjadi pasar potensial bagi Indonesia. 

Dalam hal ini, BPOM Indonesia siap membantu memperkenalkan produk vaksin yang sesuai dengan kebutuhan pasar Pakistan dan memperluas pasar farmasi Indonesia.

BPOM Indonesia Berkontribusi dalam Ekspansi Produk Farmasi Global

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar farmasi, baik domestik maupun internasional, melalui bantuan BPOM. Menurut Budi Gunadi Sadikin, langkah Indonesia untuk membantu Pakistan naik ke level 4 dalam sistem pengawasan WHO bukan hanya bermanfaat bagi Pakistan, tetapi juga membuka peluang bagi produk farmasi Indonesia untuk lebih dikenal di pasar global. 

Terutama dalam hal vaksin dan produk farmasi untuk bayi yang halal, yang memiliki permintaan tinggi di negara-negara dengan mayoritas Muslim.

Budi menyebutkan bahwa BPOM Indonesia tidak hanya berfokus pada pengawasan domestik, tetapi juga memperhatikan pasar internasional. "Perusahaan vaksin Indonesia akan kami kirimkan ke Pakistan. 

Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan produk vaksin yang halal, yang sesuai dengan kebutuhan pasar di negara-negara Muslim," ujar Budi. Hal ini menunjukkan bahwa BPOM Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalisator untuk ekspansi produk farmasi Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Dalam hal ini, BPOM Indonesia berperan sebagai penghubung antara produsen farmasi Indonesia dan pasar internasional, khususnya di negara-negara yang membutuhkan produk vaksin halal. 

Dengan adanya bantuan teknis dan pembelajaran dari BPOM Indonesia, Pakistan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanannya, serta mempercepat pencapaian maturitas WHO level 4.

Maturitas BPOM: Pengakuan Internasional yang Bermanfaat bagi Negara Lain

Maturitas BPOM Indonesia yang telah mencapai level 4 menurut penilaian WHO merupakan pencapaian yang sangat signifikan dalam pengawasan obat dan makanan global. Maturitas ini memberikan pengakuan internasional terhadap kualitas dan efektivitas lembaga pengawas obat Indonesia dalam menjalankan tugasnya. 

Selain itu, status ini memberikan akses bagi produk farmasi Indonesia untuk dipasarkan secara lebih luas, termasuk ke negara-negara yang membutuhkan vaksin halal.

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dengan status maturitas ini, BPOM Indonesia dapat memberikan pengaruh positif kepada negara-negara lain yang sedang dalam proses meningkatkan kapasitas pengawasan obat dan makanannya. 

Salah satu negara yang kini mendapat manfaat adalah Pakistan, yang sedang berusaha untuk meningkatkan status pengawasan mereka. BPOM Indonesia tidak hanya membantu dalam hal teknis, tetapi juga dalam hal memperkenalkan produk farmasi Indonesia ke pasar baru yang potensial.

Selain itu, status maturitas level 4 ini memungkinkan Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam sistem kesehatan global. Dengan peran yang lebih besar, Indonesia dapat lebih banyak berkontribusi dalam berbagai kerjasama internasional, terutama dalam hal pengawasan obat dan makanan. 

Keberhasilan BPOM Indonesia ini tentu memberikan dampak positif yang luas, baik bagi negara sendiri maupun negara-negara yang mendapatkan manfaat dari pengalamannya.

BPOM dan Masa Depan Kerjasama Kesehatan Global

Kerjasama internasional dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pengawasan obat dan makanan, menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan kesehatan global. 

BPOM Indonesia, dengan prestasi yang telah dicapai, siap menjadi mitra strategis bagi negara-negara lain, seperti Pakistan, yang ingin meningkatkan kapasitas pengawasannya. Dalam hal ini, BPOM tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam sistem kesehatan global.

Dengan berfokus pada peningkatan kapasitas negara-negara lain, Indonesia dapat membuka peluang lebih besar dalam memperkenalkan produk farmasi yang memenuhi standar internasional, termasuk vaksin halal. 

BPOM Indonesia juga siap membantu negara-negara seperti Pakistan dalam mempercepat pencapaian maturitas WHO, sehingga dapat lebih efektif dalam melindungi kesehatan masyarakat mereka.

Melalui kerjasama ini, diharapkan akan terbentuk sistem pengawasan obat dan makanan yang lebih baik di seluruh dunia, yang tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberagaman. 

Dengan demikian, BPOM Indonesia tidak hanya memberikan kontribusi bagi negara sendiri, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan sistem kesehatan global yang lebih baik.

Evaluasi Maturitas BPOM dan Peranannya dalam Penanganan Kesehatan Global

Salah satu aspek penting dalam mencapai status maturitas level 4 adalah evaluasi terus-menerus terhadap kinerja BPOM. Sebagai badan pengawas, BPOM memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kualitas dan keamanan obat serta makanan yang beredar di Indonesia. 

Namun, dengan status ini, BPOM juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain yang ingin meningkatkan sistem pengawasan mereka.

Dalam menghadapi tantangan global, BPOM Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pengawasannya. Kerjasama dengan negara-negara seperti Pakistan akan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, serta membuka lebih banyak peluang untuk produk farmasi Indonesia. 

Hal ini menjadi bagian dari upaya global untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik dan lebih terintegrasi di seluruh dunia.

Terkini