JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus meningkatkan intensitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya utama mitigasi banjir.
Fokus operasi tidak hanya Jakarta, tetapi juga daerah penyangga seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Hal ini penting agar hujan deras yang terjadi di sekitar Jakarta tidak memicu banjir kiriman ke ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan OMC harus dilakukan secara menyeluruh agar efektif. Jika hanya di Jakarta tanpa memperhatikan hujan di daerah penyangga, maka banjir tetap bisa terjadi. Oleh karena itu, pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca di wilayah perbatasan Jakarta dengan alokasi anggaran khusus.
Pramono menjelaskan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan di wilayah penyangga tersebut. Pemprov DKI pun memperpanjang pelaksanaan OMC hingga 1 Februari 2026 dari rencana awal 27 Januari 2026. Dengan batas maksimal tiga kali penyemaian dalam sehari, curah hujan diharapkan bisa dikendalikan.
Pelaksanaan Modifikasi Cuaca oleh BPBD DKI Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaksanakan OMC dengan menyemai bahan kimia berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO). Total sebanyak 3,2 ton bahan kimia disebar di langit Jakarta dan sekitarnya melalui beberapa penerbangan. Kegiatan ini bertujuan mengurangi intensitas curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Pada hari ke-12 pelaksanaan OMC, BPBD melakukan empat kali sorti penerbangan dengan sasaran wilayah berbeda. Sorti pertama dilakukan di pagi hari di perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000–12.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl. Sorti kedua difokuskan di Jakarta Selatan pada ketinggian 6.000 kaki dengan bahan CaO sebanyak 800 kilogram.
Sorti ketiga dan keempat dilakukan di Bekasi dan Kabupaten Bogor menggunakan CaO masing-masing sebanyak 800 kilogram. Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa operasi ini didasarkan pada analisis atmosfer dan pemantauan cuaca intensif. Penyemaian diarahkan untuk mengarahkan hujan agar turun di wilayah aman, bukan di kawasan padat penduduk.
Mekanisme Operasi Modifikasi Cuaca atau Cloud Seeding
Modifikasi cuaca dilakukan dengan menaburkan bahan kimia higroskopis ke dalam awan menggunakan pesawat terbang atau roket. Bahan ini berfungsi sebagai inti kondensasi yang mempercepat pembentukan tetesan air. Tujuan utama adalah memicu hujan di lokasi tertentu agar hujan tidak turun langsung di daerah pemukiman.
Tahap pertama adalah mengidentifikasi awan target yang mengandung uap air tinggi dan siap menurunkan hujan. Tim ahli memantau kondisi awan menggunakan radar dan satelit untuk menentukan awan yang sesuai. Setelah itu, pesawat menyebarkan bahan semai pada ketinggian tertentu untuk mempercepat proses pembentukan hujan.
Selain pesawat, di daerah pegunungan juga digunakan Ground Base Generator (GBG) atau pohon flare yang menembakkan bahan kimia ke awan orografik. Partikel bahan semai menarik uap air sehingga tetesan air menjadi lebih besar dan berat. Dengan pengaturan waktu dan lokasi, hujan diarahkan ke laut atau waduk, menghindari wilayah padat penduduk.
Jenis Bahan dan Tujuan Modifikasi Cuaca yang Strategis
Bahan yang digunakan dalam modifikasi cuaca meliputi natrium klorida (NaCl) yang bersifat higroskopis dan kalsium oksida (CaO) yang memiliki sifat eksotermis. Selain itu, perak iodida (AgI) juga dipakai karena meniru struktur kristal es pada awan dingin. Pemilihan bahan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan tujuan penyemaian.
Tujuan utama modifikasi cuaca adalah mengurangi risiko banjir dengan menggeser hujan dari daratan ke laut atau waduk. Selain itu, operasi ini bertujuan mengisi waduk untuk menjaga ketersediaan air bersih dan membantu sektor pertanian di daerah kering. Modifikasi cuaca juga dapat mengurangi kabut di bandara dan menurunkan polusi udara.
Dengan mengarahkan hujan ke lokasi yang lebih aman, risiko kerugian akibat banjir bisa diminimalkan. Pengelolaan cuaca ini menjadi bagian strategi mitigasi bencana yang ramah lingkungan. Operasi modifikasi cuaca diharapkan bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam Mendukung Operasi Modifikasi Cuaca
Pemprov DKI Jakarta terus menyediakan anggaran dan sumber daya demi kelangsungan OMC. Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen penuh dalam mengendalikan banjir melalui teknologi modifikasi cuaca. Pemerintah juga berkoordinasi dengan daerah penyangga agar operasi dapat berjalan efektif dan menyeluruh.
Pengawasan ketat dan kerja sama dengan BMKG serta pihak terkait menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan OMC. Penyemaian dilakukan maksimal tiga kali sehari dengan pengaturan ketat demi hasil optimal. Diharapkan upaya ini mampu mengurangi dampak banjir dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Ke depannya, teknologi modifikasi cuaca akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Hal ini penting karena kompleksitas risiko bencana yang dihadapi ibu kota semakin meningkat. Dengan langkah ini, Jakarta dan wilayah sekitarnya bisa menjadi lebih aman dan nyaman untuk masyarakat.