JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,06% ke level 8.232,2 pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.
Meski begitu, investor tetap optimistis mencari peluang di tengah pasar yang volatil. Dengan volume transaksi yang besar dan dominasi penjualan, tren penurunan IHSG mencerminkan kekhawatiran pasar, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi saham-saham pilihan untuk kembali bangkit dan menarik minat beli.
Di tengah kondisi ini, penting bagi investor untuk menelaah rekomendasi saham terbaru dari berbagai sekuritas sebagai panduan dalam menavigasi pasar hari Jumat, 30 Januari 2026.
Pergerakan IHSG dan Kondisi Pasar Kemarin
Pada perdagangan Kamis, IHSG sempat bergerak dinamis dengan level tertinggi mencapai 8.296,94 namun akhirnya ditutup di angka 8.232,2, yang merupakan penurunan 1,06%. Posisi terendah intraday tercatat di level 7.481,98, menandakan volatilitas yang cukup tinggi sepanjang hari.
Sektor-sektor utama seperti saham konsumen non primer, properti, dan konsumen primer menjadi kontributor utama pelemahan dengan penurunan mendalam masing-masing 4,88%, 3,82%, dan 3,62%. Lonjakan volume penjualan mencapai 99,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp68,17 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 4,93 juta kali menunjukkan aktivitas jual besar-besaran di pasar.
Sebanyak 521 saham melemah, 214 saham menguat, dan 73 saham stagnan, menggambarkan kondisi pasar yang cukup tertekan. Meski demikian, di balik tekanan pasar ini, terdapat saham-saham yang masih menunjukkan kekuatan dan potensi rebound.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Berbagai Sekuritas
Meskipun tekanan jual mendominasi, beberapa sekuritas memberikan rekomendasi saham yang berpotensi melanjutkan tren bullish, dengan berbagai alasan fundamental dan teknikal. Berikut rangkuman rekomendasi saham dari beberapa broker terkemuka:
1. BRI Danareksa Sekuritas
MDKA (Merdeka Copper Gold)
GOTO (Gojek Tokopedia)
ELSA (Elnusa)
2. BNI Sekuritas
ARCI (Archipelago Resources)
HRTA (Hartadinata Abadi)
MDKA
INET (Indointernet Tbk)
ELSA
DOOH (Indonesia Digital Networks)
3. Phillip Sekuritas
ADMR (Adaro Minerals)
INDY (Indika Energy)
ASII (Astra International)
4. MNC Sekuritas
HRUM (Harum Energy)
ISAT (Indosat Ooredoo)
MINA (Mina Tbk)
TLKM (Telkom Indonesia)
5. CGS International Sekuritas
BMRI (Bank Mandiri)
BBNI (Bank Negara Indonesia)
BBCA (Bank Central Asia)
TLKM
ISAT
ADRO (Adaro Energy)
6. Phintraco Sekuritas
BBCA
BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
BBNI
TLKM
ASII
7. Mirae Asset Sekuritas
ADRO
ESSA (Esa Unggul)
ULTJ (Ultra Jaya Milk Industry)
Peluang dan Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar
Dengan kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan dan volatilitas tinggi, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham. Fokuslah pada saham-saham dengan fundamental kuat dan potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Sektor perbankan dan energi masih menjadi andalan bagi sebagian besar sekuritas karena fundamental yang kuat dan peran strategis dalam perekonomian.
Sementara saham-saham teknologi dan konsumen, yang tengah mendapatkan perhatian, memiliki peluang untuk rebound terutama jika didukung oleh sentimen positif pasar dan perkembangan bisnis yang kuat.
Memonitor berita dan perkembangan global juga penting mengingat sentimen pasar saham Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi dunia dan kebijakan moneter global.
Meskipun IHSG ditutup melemah pada perdagangan kemarin, masih terdapat peluang di pasar saham dengan beberapa saham pilihan yang direkomendasikan oleh berbagai sekuritas. Investor dianjurkan untuk menggunakan data dan rekomendasi ini sebagai referensi dalam mengambil keputusan investasi, sembari memperhatikan risiko dan kondisi pasar yang berubah-ubah.
Dengan pendekatan yang tepat, volatilitas yang ada dapat menjadi kesempatan emas untuk meraih keuntungan optimal di pasar modal Indonesia.