Peran Sentral Stasiun Bandar Khalipah dalam Konektivitas Transportasi Kereta Api Bandara

Senin, 09 Februari 2026 | 08:32:09 WIB

JAKARTA - Stasiun Bandar Khalipah yang berada di Kabupaten Deli Serdang terus mengalami perkembangan signifikan sebagai simpul transportasi yang makin diandalkan oleh masyarakat Sumatera Utara. Tidak sekadar menjadi titik pemberhentian kereta pada lintas antarkota, stasiun ini juga menunjukkan tren pertumbuhan jumlah pengguna yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat bahwa sepanjang 2025, Stasiun Bandar Khalipah berhasil mencatatkan jumlah penumpang 183.389 orang, meningkat 14 persen dibanding—pada 2024 yang hanya 160.428 orang.

Menurut Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, tren positif ini merupakan indikator kuat bahwa layanan kereta api di stasiun ini semakin dipercaya dan menjadi bagian penting dari mobilitas urban. “Pertumbuhan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api di Stasiun Bandar Khalipah sebagai salah satu simpul mobilitas urban semakin diandalkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, data awal tahun 2026 juga menunjukkan tren positif. Selama Januari 2026, tercatat 15.573 penumpang yang dilayani, naik 6,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 14.616 penumpang.

Integrasi Antarmoda Memperluas Aksesibilitas
Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan angkutan rel ini, pihak KAI Divre I Sumatera Utara memperkuat peran stasiun melalui konsep integrasi antarmoda. Untuk meningkatkan jangkauan layanan dan kemudahan akses, kerja sama dengan Pemerintah Kota Medan menghasilkan layanan lanjutan berupa Bus Rapid Transit (BRT) berbasis bus listrik.

Bus listrik ini beroperasi sejak pagi hingga sore — pukul 05.30 hingga 19.30 WIB — dan dirancang agar penumpang dapat dengan mudah berpindah moda transportasi dari kereta ke bus tanpa hambatan. “Kehadiran bus listrik semakin memperluas jangkauan aksesibilitas penumpang. KAI ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau berbagai destinasi dengan lebih praktis dan efisien,” jelas Anwar.

Hal ini menegaskan bahwa peran Stasiun Bandar Khalipah kini bukan hanya sekadar stasiun pemberhentian, melainkan juga hub transportasi terpadu yang menghubungkan berbagai moda untuk mempermudah perjalanan masyarakat di wilayah urban dekat Medan.

Menjadi Titik Lintas Beragam Layanan Kereta Api
Selain layanan reguler, Stasiun Bandar Khalipah juga melayani berbagai rute kereta api yang menjangkau tujuan cukup beragam. Bagi penumpang jarak jauh, tersedia layanan seperti KA Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat) dan KA Putri Deli (Medan–Tanjungbalai).

Tidak hanya itu, stasiun ini juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengakses wilayah wisata. Misalnya, KA Siantar Ekspres yang melayani rute lokal perkotaan seperti akses ke kawasan Danau Toba.

Namun yang paling strategis — dan menjadi fokus utama artikel ini — adalah peran stasiun sebagai titik pemberhentian kereta api bandara. Di sini KA Srilelawangsa, yang merupakan bagian dari layanan KAI Bandara, berhenti sebelum melanjutkan ke Bandara Internasional Kualanamu.

Dengan demikian, Stasiun Bandar Khalipah menjadi jembatan penghubung penting antara jaringan rel perkotaan dan layanan transportasi udara, sehingga masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih efisien dari dan menuju bandara.

Peran Strategis dalam Konektivitas Bandara Kualanamu
Peran Bandar Khalipah sebagai stasiun strategis semakin nyata dengan keberadaan layanan kereta bandara yang dilayani oleh operator KAI Bandara (anak perusahaan PT KAI). Stasiun ini kini menjadi titik pemberhentian yang memudahkan akses menuju Bandara Kualanamu, baik bagi warga Medan maupun wilayah sekitar.

Penambahan layanan train-to-airport dari stasiun ini sebelumnya telah menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses transportasi publik. Peresmian dan uji coba layanan kereta api bandara di Bandar Khalipah sendiri telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dan terus berkembang seiring waktu.

Kini, dengan meningkatnya frekuensi lintasan dan jumlah penumpang, kontribusi stasiun ini dalam memperkuat konektivitas Sumatera Utara dengan jalur udara menjadi bagian penting dari visi transportasi modern yang terintegrasi.

Stasiun Bandar Khalipah di Tengah Dinamika Transportasi Modern
Letaknya yang hanya sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Medan membuat Stasiun Bandar Khalipah menjadi lokomotif penting dalam jaringan transportasi darat di wilayah itu. Dengan berbagai rute kereta dan layanan antarmoda yang saling terkoneksi — dari kereta jarak jauh, lokal perkotaan, hingga kereta bandara — stasiun ini menunjukkan kemajuan nyata dalam implementasi layanan transportasi publik yang lebih inklusif dan fleksibel.

Serta dengan terus tumbuhnya jumlah penumpang, terlihat bahwa kehadiran stasiun ini bukan hanya memenuhi kebutuhan mobilitas harian, tetapi juga memperkuat pilihan transportasi yang ramah lingkungan dan lebih efisien bagi masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

Terkini