Satpam BRI Tanjung Priok Catatkan Rekor MURI atas 13 Karya Ilmiah dan Buku Ilmiah Ber-ISBN

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:32:33 WIB
Satpam BRI Tanjung Priok Catatkan Rekor MURI atas 13 Karya Ilmiah dan Buku Ilmiah Ber-ISBN

JAKARTA - Di balik seragam kuning dan rutinitas menjaga keamanan di pintu masuk kantor cabang BRI Tanjung Priok, Jakarta Utara, tersimpan kisah inspiratif dari Khoirul Anam, seorang personel Satuan Pengamanan (Satpam) yang berhasil menembus batas stigma profesi dengan prestasi akademik luar biasa. Pria yang pada akhir Januari 2026 mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini mencatatkan rekor dalam kategori karya ilmiah terbanyak yang diterbitkan oleh satpam Indonesia.

Prestasi yang Membalikkan Stereotip Profesi Satpam

Khoirul Anam bukan sekadar sosok satpam biasa. Selain menjalankan tugas utamanya dalam menjaga keamanan dan melayani kebutuhan nasabah di BRI, ia juga aktif dalam dunia literasi akademik. Lulusan S2 Magister Manajemen yang menyandang gelar akademik tinggi ini telah memublikasikan 13 karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Selain itu, sejumlah bukunya yang telah diterbitkan memiliki Nomor Standar Buku Internasional (ISBN) dan terdaftar resmi di Perpustakaan Nasional.

Minat menulis dan berkarya ilmiah yang dimiliki Anam bermula dari kebiasaan sederhana ketika ia mulai mencatat aktivitas tugas harian ke dalam buku mutasi satpam sejak 2019. Kebiasaan itu lambat laun berkembang menjadi tulisan yang lebih sistematis dan akhirnya mencapai ranah akademik.

Tidak hanya produktif dalam penulisan ilmiah, Anam juga menyelesaikan studi pendidikan formalnya sambil tetap menjalankan tugas sebagai satpam. Ia memanfaatkan waktu luangnya, terutama setelah pergantian shift atau saat berjaga, untuk menulis dan menyelesaikan karya tulisnya. Sementara itu, aktivitas perkuliahan ia ikuti pada akhir pekan agar tidak mengganggu tanggung jawabnya di tempat kerja.

Perjalanan Akademik dan Tantangan Waktu

Di tengah tanggung jawab sebagai tenaga pengamanan, Anam menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam menyeimbangkan pendidikan dan pekerjaan. Berbekal gelar S2 Manajemen, ia menjadikan studi lanjutan sebagai sarana memperluas wawasan dan kompetensi, tanpa harus mengabaikan profesinya.

Menurut Anam, proses menulis bagi dirinya bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan cara untuk terus belajar dan memperkaya dirinya secara intelektual. “Bagi saya, menulis adalah cara untuk terus belajar tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama sebagai satpam,” ujarnya seperti dikutip dari Media Indonesia pada 9 Februari 2026.

Tantangan terbesar dalam perjalanan ini tentu muncul dari pengelolaan waktu dan tenaga. Menyeimbangkan pekerjaan dengan studi serta penulisan ilmiah menuntutnya untuk disiplin dan berkomitmen tinggi, bahkan kadang harus mengorbankan waktu istirahat. Namun, semangat dan tekad kuat yang dimilikinya mendorong Anam terus melaju meraih tujuan akademiknya.

Apresiasi dan Makna Penghargaan

Penghargaan yang diterima Anam dari MURI diserahkan secara resmi pada akhir Januari 2026, dan mencatatkan dirinya sebagai pemegang rekor nasional pertama dalam kategorinya. Bagi perusahaan tempatnya bekerja, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa profesi satpam pun dapat berkembang jauh di luar tugas rutinnya, asalkan ada kemauan dan ketekunan untuk terus belajar.

Direktur Bisnis PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Moh. Harsono, menyampaikan bahwa pencapaian Anam bukan hanya sekadar prestasi individual, tetapi juga representasi dari keberhasilan pembinaan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. Menurut Harsono, profesionalisme seorang satpam tidak hanya dilihat dari fungsi pengamanan fisik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam pengembangan diri dan ilmu pengetahuan.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel satuan pengamanan di Indonesia, bahwa profesi apa pun tidak boleh membatasi seseorang untuk terus mengembangkan kualitas diri melalui pendidikan dan karya ilmiah.

Dampak pada Citra Profesi dan Pendidikan Berkelanjutan

Cerita sukses Anam berhasil membalikkan stereotip mengenai profesi satpam dan membuka ruang diskusi lebih luas terkait pentingnya pendidikan serta kreativitas dalam dunia kerja. Aktivitas menulis ilmiah yang dijalaninya memberikan dampak positif terhadap cara pandang masyarakat terhadap profesi yang selama ini kerap dipandang sempit dari sisi kontribusi intelektual.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang pekerjaan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik yang tinggi. Melalui contoh nyata seperti yang ditunjukkan Anam, banyak pihak diharapkan dapat termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas, khususnya di sektor yang selama ini kurang terlihat kontribusi intelektualnya.

Dengan kombinasi antara dedikasi pada tugas utama, komitmen terhadap pendidikan tinggi, dan konsistensi dalam menulis karya ilmiah, kisah Khoirul Anam menjadi sumber inspirasi bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, mampu menciptakan capaian signifikan yang memberi dampak luas bagi profesinya maupun lingkungan sosialnya.

Terkini