JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyiapkan mobilisasi sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah ini dilakukan agar proses pendataan ekonomi nasional dapat berjalan lancar serta menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda nasional penting karena akan memotret kondisi kegiatan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan tersebut mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan pengecualian sektor pertanian, administrasi pemerintahan, serta aktivitas rumah tangga untuk konsumsi sendiri.
Melalui penguatan sumber daya manusia dan koordinasi yang terstruktur, BPS berharap hasil sensus mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai struktur ekonomi Indonesia di masa depan.
Mobilisasi SDM Skala Nasional
BPS merancang strategi mobilisasi tenaga kerja dalam jumlah besar guna memastikan seluruh wilayah dapat terjangkau oleh petugas sensus. Keterlibatan SDM dalam jumlah besar dinilai penting karena cakupan sensus sangat luas dan melibatkan jutaan pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi.
Pengerahan tenaga tidak hanya berasal dari pegawai kantor daerah. BPS juga akan menerjunkan aparatur dari kantor pusat untuk memperkuat kegiatan lapangan sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik juga akan dilibatkan sebagai bagian dari operasi pendataan berskala nasional tersebut. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas petugas di lapangan sekaligus mempercepat proses pengumpulan data.
Langkah mobilisasi besar-besaran ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga kualitas data sekaligus memastikan setiap kegiatan ekonomi dapat tercatat secara menyeluruh.
Pendataan Jutaan Pelaku Usaha
Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan menjangkau lebih dari 30 juta unit usaha di Indonesia, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar. Pendataan tersebut juga mencakup aktivitas ekonomi digital yang selama ini belum seluruhnya tercatat secara optimal.
Sekretaris Utama BPS Zulkipli mengatakan, jumlah pelaku usaha yang akan disasar sangat besar sehingga membutuhkan persiapan matang.
“Kalau lihat gambaran sekarang dari statistik bisnis register kita itu di atas 30 juta,” ujar Zulkipli di Kantor Pusat BPS RI, Jakarta, Rabu (25 Februari 2026).
Menurut Zulkipli, tantangan pendataan tidak lagi terbatas pada usaha yang terlihat secara fisik karena aktivitas ekonomi berbasis digital semakin berkembang.
“Aktivitas online, perdagangan secara online itu kan banyak tidak terlacak di kita,” kata Zulkipli.
Karena itu, sensus kali ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan ekonomi modern, termasuk sektor berbasis teknologi.
Jadwal Pelaksanaan Sensus
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Dalam periode tersebut, petugas sensus akan melakukan pendataan langsung kepada pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Kick-off kegiatan sensus telah dilakukan melalui sosialisasi kepada berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga, asosiasi, serta media. Kegiatan sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelaku usaha, mengenai tujuan dan manfaat sensus ekonomi.
Zulkipli mengatakan kegiatan kick-off menjadi tanda dimulainya rangkaian persiapan menuju pelaksanaan sensus.
“Hari ini harapannya mulai hari ini seluruh kegiatan Sensus Ekonomi 2026 akan diketahui oleh seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha yang nantinya menjadi responden kami,” ujarnya.
Landasan Kebijakan Pembangunan
Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi nasional. Informasi yang lengkap mengenai struktur usaha akan membantu pemerintah dalam menentukan strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Selain untuk kepentingan pemerintah pusat, hasil sensus juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan berbagai lembaga sebagai rujukan dalam menyusun program ekonomi dan investasi.
Dengan dukungan SDM dalam jumlah besar serta koordinasi lintas instansi, BPS optimistis Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang berkualitas dan terpercaya. Data tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.