Lumbung Pangan Baznas Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah Ramadhan

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:41:22 WIB
Lumbung Pangan Baznas Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah Ramadhan

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program Lumbung Pangan di berbagai daerah mulai mempersiapkan beras zakat fitrah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Program ini melibatkan sejumlah lumbung pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah, antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Serang, Pesawaran, dan Polewali Mandar.

Baznas menegaskan bahwa penyediaan beras zakat fitrah dilakukan melalui pemberdayaan petani binaan sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Kesiapan Lumbung Pangan di Berbagai Daerah

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan Baznas berupaya memastikan ketersediaan beras zakat fitrah berkualitas premium dari hasil produksi petani binaan.

"BAZNAS terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan BAZNAS yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran zakat fitrah berjalan optimal sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani binaan Baznas.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani mustahik binaan," lanjut Saidah.

Pengawasan Produksi Hingga Pengemasan

Baznas tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga memastikan seluruh proses produksi beras zakat fitrah berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Menurut Saidah, proses produksi diawali dengan memastikan panen raya berlangsung optimal, dilanjutkan dengan pengawasan proses penggilingan agar menghasilkan beras berkualitas baik, hingga pengemasan sesuai ketentuan distribusi Baznas.

Pendampingan intensif terhadap petani dilakukan sejak masa tanam hingga panen untuk menjaga mutu beras tetap terjaga dan memiliki daya saing.

Beras premium yang dihasilkan merupakan hasil kerja para petani binaan yang mendapatkan dukungan berupa pendampingan dan akses pasar melalui program zakat fitrah.

Distribusi Disiapkan Tepat Waktu

Selain produksi, Baznas juga menyiapkan sistem distribusi yang terkoordinasi agar beras zakat fitrah dapat sampai tepat waktu ke lokasi penyaluran.

Saidah menegaskan ketepatan waktu distribusi menjadi faktor penting karena zakat fitrah memiliki batas waktu penyaluran yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Baznas memastikan sistem pengiriman diatur secara terkoordinasi sehingga penyaluran beras dapat berjalan lancar di berbagai wilayah Indonesia.

Pemberdayaan Petani Melalui Program Zakat

Baznas menilai setiap butir beras yang dihasilkan melalui program Lumbung Pangan mencerminkan upaya pemberdayaan petani mustahik.

"Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya," kata Saidah.

Melalui skema tersebut, petani binaan tidak hanya menerima bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh kepastian pasar melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah.

Baznas berharap program Lumbung Pangan dapat terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan kebutuhan beras zakat fitrah masyarakat terpenuhi menjelang Idul Fitri.

Terkini