Puradelta Tawarkan Hunian dan Komersial Untuk Dukung Target Prapenjualan

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:25:23 WIB
Puradelta Tawarkan Hunian dan Komersial Untuk Dukung Target Prapenjualan

JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, menetapkan target prapenjualan (pre-sales) sebesar Rp 2,08 triliun pada 2026. 

Strategi ini didasari oleh tren positif permintaan lahan industri, pertumbuhan sektor komersial dan hunian, serta prospek ekonomi nasional yang stabil.

Direktur dan Sekretaris DMAS, Tondy Suwanto, menjelaskan bahwa penjualan lahan industri masih menjadi kontributor utama pencapaian target. 

“Target prapenjualan Rp 2,08 triliun untuk tahun 2026 merupakan cerminan optimisme seiring pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Tondy.

DMAS menilai bahwa kombinasi antara permintaan industri dan pengembangan produk komersial serta hunian menjadi fondasi kuat untuk mencapai target ambisius tersebut. 

Perusahaan mengantisipasi tren positif pada sektor industri, terutama kebutuhan lahan bagi data center, menjadi pendorong utama pertumbuhan prapenjualan.

Permintaan Lahan Industri Masih Tinggi

Menurut Tondy, permintaan lahan industri di Kota Deltamas tetap tinggi pada awal 2026. “Permintaan lahan industri dalam pipeline kami masih sekitar 75 hektare dan lebih dari 70% berasal dari industri data center,” jelasnya. Tren ini menunjukkan minat investor dan pelaku industri untuk berinvestasi di kawasan modern yang terintegrasi, strategis, dan mendukung operasional industri skala besar.

DMAS menekankan bahwa lahan industri menjadi kontributor terbesar bagi target prapenjualan karena nilai transaksi per hektare yang signifikan serta prospek jangka panjang bagi pengembangan kawasan. Selain itu, pengembangan infrastruktur pendukung, konektivitas transportasi, dan aksesibilitas logistik menjadi daya tarik utama bagi investor lokal maupun asing.

Permintaan yang tinggi ini juga sejalan dengan strategi perusahaan dalam menempatkan Kota Deltamas sebagai kawasan industri modern terpadu, yang menyediakan fasilitas komersial, hunian, dan layanan pendukung bagi perusahaan skala nasional maupun global.

Kontribusi Produk Komersial dan Hunian

Selain sektor industri, produk komersial dan hunian juga menjadi pendorong target prapenjualan DMAS. Pengembangan ruko, pusat perkantoran, dan apartemen dirancang untuk mendukung konsep kawasan terpadu, sehingga investasi di sektor non-industri turut memberikan kontribusi signifikan terhadap target Rp 2,08 triliun.

Tondy menegaskan bahwa peningkatan konsumsi domestik dan kebutuhan hunian di wilayah timur Jakarta menjadi faktor tambahan yang mendorong prospek penjualan produk hunian. “Perseroan optimistis dapat mencapai target prapenjualan Rp 2,08 triliun pada 2026,” tambah Tondy.

Selain itu, pengembangan fasilitas komersial juga ditujukan untuk memperkuat ekosistem one-stop living city, dimana hunian, tempat bekerja, dan pusat hiburan dapat dinikmati di satu kawasan terpadu. Strategi ini sejalan dengan tren modernisasi kawasan perkotaan dan kebutuhan masyarakat urban yang mencari kenyamanan dan efisiensi.

Strategi Pengembangan Kota Deltamas

DMAS berkomitmen melanjutkan pembangunan Kota Deltamas sebagai kawasan modern yang ramah lingkungan dan terintegrasi. Pembangunan kawasan ini tidak hanya menekankan aspek komersial, tetapi juga memperhatikan aspek sustainability dan lingkungan hidup, sesuai dengan standar pengembangan modern global.

Pengembangan kawasan termasuk fasilitas publik, taman kota, jalur hijau, dan integrasi transportasi sehingga mendukung konsep terpadu modern dan one-stop living city. Hal ini juga menjadi strategi DMAS untuk meningkatkan nilai properti, menarik investor, dan memberikan kenyamanan bagi penghuni serta pelaku usaha di kawasan tersebut.

Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan, DMAS berupaya memperkuat reputasi Kota Deltamas sebagai pusat aktivitas industri, bisnis, dan hunian modern yang dapat bersaing dengan kawasan serupa di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Prospek Ekonomi dan Dukungan Pemerintah

Tondy menilai prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil pada 2026 menjadi faktor pendorong optimisme DMAS. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap sektor ekonomi, termasuk insentif investasi dan kemudahan perizinan, memperkuat keyakinan perusahaan untuk mencapai target prapenjualan.

Kombinasi antara pertumbuhan sektor industri, meningkatnya konsumsi domestik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung kawasan industri dan hunian menjadi fondasi optimisme DMAS. 

Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan potensi lahan industri, komersial, dan hunian sehingga target Rp 2,08 triliun dapat direalisasikan.

DMAS juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan kawasan, termasuk desain modern, pengelolaan fasilitas terpadu, dan sistem operasional yang efisien. Semua langkah ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah bagi investor, penghuni, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, DMAS menargetkan Kota Deltamas menjadi kawasan terpadu modern, efisien, dan berkelanjutan, yang mendukung aktivitas bisnis, industri, dan hunian sekaligus meningkatkan daya saing kawasan di tingkat nasional maupun regional.

Terkini