JAKARTA – Bandrol harga emas pada perdagangan hari ini, Jumat (31/7/2026), serempak mencatatkan penguatan di pasar domestik. Nilai jual emas Antam pada situs resmi Logam Mulia maupun aneka produk logam mulia yang diperdagangkan lewat Pegadaian kompak melonjak dibanding sesi perdagangan terdahulu.
Merujuk informasi dari situs resmi Logam Mulia, Jumat (31/7/2026), patokan harga emas Antam per gram melonjak Rp7.000 menjadi Rp2.623.000 dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.616.000 per gram.
Di samping itu, nilai jual kembali (buyback) emas Antam turut merangkak naik Rp17.000 menjadi Rp2.398.000 per gram dari posisi awal Rp2.381.000 per gram.
Pada waktu bersamaan, pergerakan harga emas di Pegadaian menurut pembaruan Jumat (31/7/2026) siang juga serempak menguat pada seluruh lini produk logam mulia yang ditawarkan.
Patokan harga emas Galeri 24 untuk takaran 1 gram terangkat Rp6.000 menjadi Rp2.601.000 per gram dari nilai awal Rp2.595.000.
Sementara itu, banderol emas Antam untuk ukuran 1 gram di gerai Pegadaian merangkak naik Rp7.000 menjadi Rp2.728.000 per gram dari posisi terdahulu Rp2.721.000. Adapun acuan harga emas UBS varian 1 gram terkatut naik Rp6.000 menjadi Rp2.613.000 per gram dari semula Rp2.607.000.
Bukan hanya harga penawaran jual, nilai buyback emas di Pegadaian pun ikut menanjak. Pada varian 1 gram, tarif buyback emas Galeri 24 menguat Rp5.000 menuju Rp2.438.000.
Sementara itu, nilai buyback untuk emas Antam serta UBS ukuran 1 gram masing-masing terdongkrak Rp5.000 menjadi Rp2.431.000 per gram.
Berikut perincian lengkap harga emas Antam Logam Mulia, Galeri 24, Antam Pegadaian, dan UBS per Jumat (31/7/2026):
Harga emas Antam Logam Mulia hari ini
0,5 gram: Rp1.361.500
1 gram: Rp2.623.000
2 gram: Rp5.186.000
3 gram: Rp7.754.000
5 gram: Rp12.890.000
10 gram: Rp25.725.000
25 gram: Rp64.187.000
50 gram: Rp128.295.000
100 gram: Rp256.512.000
250 gram: Rp641.015.000
500 gram: Rp1.281.820.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp2.563.600.000
Harga emas Galeri 24 hari ini
0,5 gram: Rp1.364.000
1 gram: Rp2.601.000
2 gram: Rp5.138.000
5 gram: Rp12.750.000
10 gram: Rp25.433.000
25 gram: Rp63.240.000
50 gram: Rp126.380.000
100 gram: Rp252.635.000
250 gram: Rp630.037.000
500 gram: Rp1.260.074.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp2.520.147.000
Harga emas Antam hari ini di Pegadaian
0,5 gram: Rp1.417.000
1 gram: Rp2.728.000
2 gram: Rp5.394.000
3 gram: Rp8.065.000
5 gram: Rp13.406.000
10 gram: Rp26.754.000
25 gram: Rp66.755.000
50 gram: Rp133.427.000
100 gram: Rp266.773.000
Harga emas UBS hari ini
0,5 gram: Rp1.412.000
1 gram: Rp2.613.000
2 gram: Rp5.185.000
5 gram: Rp12.813.000
10 gram: Rp25.490.000
25 gram: Rp63.600.000
50 gram: Rp126.939.000
100 gram: Rp253.777.000
250 gram: Rp634.254.000
500 gram: Rp1.267.019.000
Harga emas dunia
Di kancah internasional, nilai emas dunia menguat kisaran 1 persen pada penutupan sesi perdagangan Kamis (30/7/2026) waktu setempat atau Jumat (31/7/2026) pagi WIB.
Lonjakan harga emas dipicu oleh melesunya nilai tukar dolar AS serta indikator inflasi Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan perambatan, sehingga membuat para pelaku pasar memangkas ekspektasi terkait kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan warta dari Reuters, harga emas di pasar spot terkatut 1 persen menuju level 4.104,59 dolar AS per ons. Pada saat bersamaan, harga kontrak emas berjangka AS penyerahan Agustus melonjak 1,6 persen dan bertengger di posisi 4.160,60 dolar AS per ons.
Koreksi dolar AS sebesar 0,8 persen bergulir seiring dengan menguatnya mata uang yen Jepang. Kondisi demikian menjadikan komoditas emas relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mendorong lonjakan daya beli terhadap logam mulia.
Di lain sisi, publikasi dari Departemen Perdagangan AS mengindikasikan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), sebagai tolok ukur inflasi utama bagi The Fed, terkikis 0,1 persen pada Juni.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek menilai indikator PCE terpaut sedikit lebih positif dari proyeksi pasar serta mencerminkan dinamika inflasi yang tergolong stabil.
Walau begitu, ia mengingatkan bahwasanya memanasnya eskalasi di Timur Tengah berpotensi memantik tekanan inflasi baru.
"Tekanan inflasi yang sempat mereda dalam beberapa bulan terakhir bisa kembali muncul. Pasar juga berpandangan bank sentral pada akhirnya akan merespons kondisi tersebut. Hal itu membuat harga emas menembus level resistensi di kisaran 4.150 dollar AS hingga 4.200 dollar AS per ons," kata Melek.
Satu hari sebelumnya, jajaran The Fed memilih untuk menahan tingkat suku bunga acuan. Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmennya dalam meredam inflasi, walau belum menyodorkan petunjuk benderang mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Kini, merujuk pada CME FedWatch Tool, kalangan pelaku pasar mengestimasikan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September sebesar 61 persen, merosot dari kalkulasi awal sekitar 77 persen sebelum rapat kebijakan bergulir.
Secara umum, tingkat suku bunga yang berada di level tinggi dalam durasi panjang cenderung menekan daya pikat emas karena logam mulia tidak menghasilkan yield.
Adapun pergerakan logam mulia lainnya turut merangkak naik. Nilai perak di pasar spot melonjak 2 persen ke 58,79 dolar AS per ons, platinum naik 2,5 persen menjadi 1.652,32 dolar AS per ons, serta palladium terangkat 4,4 persen menuju 1.301,39 dolar AS per ons.