Manfaat Sourdough

Manfaat Sourdough untuk Pencernaan dan Gula Darah Stabil Terbukti

Manfaat Sourdough untuk Pencernaan dan Gula Darah Stabil Terbukti
Manfaat Sourdough untuk Pencernaan dan Gula Darah Stabil Terbukti

JAKARTA - Roti sourdough kini semakin populer di kalangan penggemar makanan sehat. 

Berbeda dari roti biasa yang menggunakan ragi instan, sourdough dibuat melalui proses fermentasi alami yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi liar. 

Proses ini tidak hanya memberi cita rasa khas asam dan tekstur kenyal, tapi juga menimbulkan sejumlah manfaat kesehatan yang menarik untuk dikonsumsi secara rutin.

Fermentasi alami ini memecah senyawa dalam tepung yang biasanya sulit dicerna, sehingga sourdough lebih ramah bagi sistem pencernaan. Konsumsi sourdough secara teratur diyakini dapat membantu meningkatkan kenyamanan saluran cerna dibandingkan roti konvensional.

Lebih Mudah Dicerna dan Menyebabkan Lebih Sedikit Keluhan Pencernaan

Salah satu keunggulan utama sourdough adalah kemampuannya mengurangi kadar senyawa yang memicu gangguan pencernaan seperti FODMAPs, fitat, tanin, dan penghambat tripsin. Senyawa-senyawa tersebut dalam roti biasa sering kali menyebabkan ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang sensitif.

Studi tahun 2023 yang mengulas 25 penelitian menunjukkan bahwa orang yang beralih dari roti berbahan ragi instan ke sourdough mengalami peningkatan signifikan dalam kenyamanan pencernaan. Ini menjadikan sourdough pilihan ideal bagi yang memiliki masalah pencernaan ringan atau ingin menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Efek Positif pada Keseimbangan Gula Darah

Selain pencernaan, sourdough juga memberikan manfaat pada pengaturan gula darah. Proses fermentasi menghasilkan asam organik seperti asam laktat dan asam asetat yang memperlambat penyerapan pati dalam saluran pencernaan. 

Dengan penyerapan yang lebih lambat, glukosa dilepaskan secara bertahap ke dalam aliran darah sehingga mencegah lonjakan gula darah secara drastis setelah makan.

Indeks glikemik (IG) sourdough lebih rendah dibandingkan roti dari tepung gandum putih. Roti gandum putih biasanya memiliki IG sekitar 71, sedangkan sourdough hanya sekitar 54 untuk porsi yang sama. Perbedaan ini sangat berarti bagi mereka yang ingin mengontrol gula darah atau menghindari risiko diabetes.

Meningkatkan Penyerapan Nutrisi dari Makanan

Roti berbahan gandum utuh mengandung zat antinutrisi seperti fitat yang menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan magnesium. Namun, proses fermentasi sourdough mampu memecah sebagian besar fitat ini, sehingga memudahkan tubuh menyerap mineral yang esensial untuk kesehatan.

Beberapa formulasi sourdough bahkan mampu mengurangi lebih dari 96 persen kandungan asam fitat dalam adonan roti. Ini berarti konsumsi sourdough secara rutin bisa membantu meningkatkan asupan mineral dari makanan, mendukung fungsi tubuh dan metabolisme secara optimal.

Kandungan Gizi Sourdough yang Kaya

Dalam setiap potong sourdough seberat 59 gram, terkandung sekitar 188 kalori, 36,5 gram karbohidrat, dan 7,67 gram protein. Selain itu, roti ini juga menyumbang vitamin dan mineral penting seperti zat besi, folat, selenium, dan vitamin B kompleks yang bermanfaat untuk fungsi tubuh sehari-hari.

Dengan nilai gizi ini, sourdough bisa menjadi pilihan roti yang tidak hanya lezat tetapi juga bernutrisi, cocok untuk berbagai kelompok usia dan gaya hidup.

Pertimbangan untuk Penderita Sensitif Gluten

Meskipun banyak keunggulan, sourdough tetap mengandung gluten sehingga tidak cocok untuk penderita penyakit celiac atau mereka yang sangat sensitif terhadap gluten. 

Bagi mereka yang ingin menikmati sourdough tanpa gluten, kini tersedia opsi sourdough bebas gluten yang dibuat dari tepung millet, sorgum, teff, quinoa, atau soba.

Tekstur dan rasa sourdough bebas gluten tentu berbeda karena ketiadaan gluten, tetapi tetap menawarkan manfaat fermentasi alami yang serupa.

Mengonsumsi roti sourdough secara rutin memberikan berbagai manfaat kesehatan, terutama pada pencernaan yang lebih nyaman, pengendalian gula darah yang lebih baik, dan penyerapan nutrisi yang optimal. Proses fermentasi alami menjadi kunci utama keunggulan roti ini dibanding roti biasa.

Bagi yang ingin mengoptimalkan pola makan sehat, menambahkan sourdough ke dalam menu harian bisa menjadi pilihan tepat. Namun, penderita penyakit celiac harus memilih varian bebas gluten untuk menjaga kesehatan tanpa risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index