AI

Transformasi Infrastruktur Data Dorong AI ASEAN Masuki Era Produksi 2026

Transformasi Infrastruktur Data Dorong AI ASEAN Masuki Era Produksi 2026
Transformasi Infrastruktur Data Dorong AI ASEAN Masuki Era Produksi 2026

JAKARTA - Perusahaan penyedia infrastruktur kecerdasan data global, NetApp, membeberkan strategi terbaru platform data yang diyakini dapat mengantarkan perusahaan di kawasan ASEAN keluar dari fase uji coba dan benar-benar menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara skala produksi. Strategi tersebut dipaparkan dalam agenda INSIGHT Xtra Singapore 2026 guna menjawab tantangan kompleks pengelolaan data, kepatuhan regulasi, hingga keamanan siber sambil tetap menekan biaya operasional.

Titik Balik ASEAN Menuju “Production AI”

Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk benar-benar mengintegrasikan AI dalam produksi bisnis yang riil. Investasi pada teknologi AI kini tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara umum di kawasan tersebut, namun sejumlah tantangan tetap menghambat proses adopsi skala besar.

Henry Kho, Area Vice President & General Manager untuk kawasan Greater China, ASEAN, dan Korea Selatan di NetApp, menegaskan bahwa perusahaan masih harus menghadapi beberapa kendala serius. Ia menyebutkan bahwa tantangan utama adalah menskalakan beban kerja AI di tengah infrastruktur TI yang kompleks, menyiapkan data agar layak diproses secara otomatis, menjaga keamanan dari ancaman cyber, serta tetap memenuhi ketentuan kedaulatan data yang berlaku di masing-masing negara.

Menurut Henry Kho, kunci dari transformasi ini bukan sekadar pada pengembangan algoritma AI semata, tetapi terletak pada fondasi data itu sendiri sebagai blok bangunan utama. Dengan platform data yang kuat, perusahaan di ASEAN diharapkan dapat meraih potensi penuh dari kemampuan data yang dimilikinya.

Regulasi yang Beragam dan Model Infrastruktur Hybrid

Kondisi yang membedakan ASEAN dari wilayah lain adalah terfragmentasinya regulasi di setiap negara anggota, yang berimbas pada kemampuan perusahaan dalam menerapkan cloud secara seragam. Mahal dan tidak meratanya kesiapan infrastruktur cloud membuat banyak perusahaan masih mempertahankan pilihan pada sistem hybrid atau bahkan model on-premise.

Sektor jasa keuangan, layanan kesehatan dan sektor publik menjadi contoh industri yang masih sangat bergantung pada pendekatan hybrid karena kewajiban bisnisnya untuk memenuhi standar kedaulatan data sambil menyediakan wawasan real-time berbasis AI. Fokus pengelolaan data ini menjadi hal yang mendesak dikembangkan, bukan sekadar memenuhi tuntutan teknis, namun juga untuk memaksimalkan nilai bisnis dari data yang tersedia.

Empat Pilar Infrastruktur AI Generasi Mendatang

Untuk menjawab tantangan tersebut, NetApp memperkenalkan empat pilar inovasi yang dianggap fundamental dalam pembangunan infrastruktur data yang siap produksi dan bertanggung jawab:

Penyimpanan Enterprise yang Bisa Diskalakan Secara Linear
Solusi penyimpanan NetApp AFX memungkinkan organisasi untuk mengatur kapasitas dan performa secara terpisah sesuai kebutuhan. Dengan kemampuan skalabilitas hingga 128 node dan bandwidth mencapai terabit per detik (Tbps), sistem ini cocok untuk mendukung pelatihan model AI berskala besar yang memerlukan kapasitas manajemen data tinggi.

AI Data Engine: Data Siap dan Terkini
NetApp AI Data Engine yang dibangun berdasarkan referensi desain NVIDIA AI Data Platform serta dukungan komputasi terakselerasi dan perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise mampu menyediakan pencarian semantik, vektorisasi data, serta tata kelola data secara komprehensif. Fitur deteksi perubahan dan sinkronisasi data secara real-time membuat data yang dikelola selalu dalam kondisi paling mutakhir untuk dipakai oleh sistem AI guna meningkatkan akurasi model.

Kesiapan untuk Superkomputasi AI
Sistem penyimpanan yang disertifikasi untuk superkomputer NVIDIA DGX SuperPOD ini dapat menghilangkan hambatan data saat memproses pelatihan model besar dan pekerjaan inferensi secara real-time. Dengan throughput data yang tinggi tanpa kendala bottleneck, proses komputasi kelas berat menjadi lebih lancar dan efisien.

Ketahanan Siber Berbasis AI
Dalam dunia yang kian rentan terhadap serangan digital, NetApp menyediakan solusi ketahanan terhadap ransomware yang lengkap. Sistem ini mendukung perlindungan proaktif, deteksi berbasis AI, respons otomatis, dan pemulihan cepat untuk mencegah serta meminimalkan dampak dari serangan pada data penting perusahaan.

Menjawab Kebutuhan Praktis di ASEAN

Sebagai contoh nyata kebutuhan tersebut, sejumlah pelaku industri di Indonesia turut merasakan tantangan yang ada. William Francis, Direktur Sales & TI di salah satu perusahaan pembiayaan nasional, menyatakan bahwa kepatuhan terhadap regulasi kedaulatan data sambil menjaga performa tinggi menjadi hal yang menuntut pendekatan cerdas. Untuk itu, diperlukan sebuah infrastruktur data yang tidak hanya menyimpan, tetapi juga mengelola data secara pintar di lingkungan hybrid agar perusahaan dapat menjalankan implementasi AI berskala besar dengan kontrol yang memadai.

Dengan inovasi yang tepat di sisi infrastruktur data, para pemimpin bisnis di kawasan ASEAN diharapkan dapat memaksimalkan potensi data mereka, melewati fase percobaan, dan benar-benar menjalankan AI di tingkat produksi secara luas pada tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index