PETANI

Petani Kotim Semangat, Bulog Naikkan Target Serapan Gabah 16.000 Ton 2026

Petani Kotim Semangat, Bulog Naikkan Target Serapan Gabah 16.000 Ton 2026
Petani Kotim Semangat, Bulog Naikkan Target Serapan Gabah 16.000 Ton 2026

JAKARTA - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) menaikkan target penyerapan gabah petani pada 2026 menjadi 16.000 ton sebagai upaya memperkuat cadangan beras sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut. Peningkatan target ini sejalan dengan bertambahnya luas tanam serta meningkatnya hasil produksi di sejumlah sentra pertanian.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad mengatakan target tahun sebelumnya berada di angka 14.000 ton. Peningkatan target itu didasarkan pada perkembangan positif sektor pertanian, termasuk hasil dari program pembukaan sawah baru.

“Tahun 2026 ini target penyerapan kita naik menjadi 16.000 ton. Serapan ini berasal dari tiga wilayah sentra produksi, yaitu Pagatan di Kabupaten Katingan, Lampuyang di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan,” ujarnya, 25 Februari 2026.

Target Serapan Gabah Lebih Tinggi

Kenaikan target penyerapan gabah menjadi 16.000 ton mencerminkan optimisme Bulog terhadap peningkatan produksi pertanian di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya. Penambahan luas lahan tanam menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produksi tersebut.

Selain itu, keberhasilan program pembukaan sawah baru juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan potensi panen. Dengan bertambahnya lahan produktif, volume gabah yang dihasilkan petani diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Bulog menilai kondisi ini menjadi peluang untuk memperbesar penyerapan gabah petani sehingga dapat memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Stok Beras dan Proses Penggilingan

Ia menjelaskan, saat ini stok beras di gudang Bulog Kotim mencapai sekitar 6.200 ton. Sementara gabah yang telah dibeli dari petani masih berada di gudang mitra penggilingan untuk diproses, sebelum disimpan sebagai cadangan beras pemerintah.

“Untuk stok beras di gudang Bulog saat ini sekitar 6.200 ton. Sedangkan gabah yang sudah kita serap masih berada di gudang mitra dan akan digiling terlebih dahulu sebelum masuk ke gudang Bulog,”papar Fuad.

Panen raya mulai berlangsung di wilayah Lampuyang dan menjadi salah satu penyumbang utama penyerapan gabah pada tahun ini. Hingga saat ini, serapan awal dari wilayah tersebut telah mencapai sekitar 500 ton gabah.

Harga Gabah Dorong Minat Petani

Ia menambahkan, harga pembelian gabah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, turut memberikan dampak positif terhadap minat petani untuk menanam padi. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

“Dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram, minat petani untuk menanam meningkat. Di Lampuyang, lahan yang sebelumnya tidak dimamfaatkan kini sudah banyak digarap dan ditanami,” beber Fuad.

Meningkatnya minat petani menggarap lahan menjadi indikator positif bagi pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut. Aktivitas penanaman yang semakin intensif diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi padi dalam jangka panjang.

Dampak Ekonomi Bagi Petani

Peningkatan produksi pertanian juga berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat setempat. Berdasarkan laporan dari pemerintah desa, hasil panen yang membaik memberikan tambahan penghasilan bagi petani.

“Dari informasi yang kami terima, setelah panen ada petani yang mampu membeli kendaraan baru, bahkan ada yang kredit mobil pickup. Inj menunjukkan hasil pertanian memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” beber Fuad.

Meski demikian, Bulog menyadari tidak seluruh hasil panen petani dapat diserap karena sebagian digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun dijual kepada pihak lain.

Serapan Minimal Separuh Produksi

Untuk itu, Bulog menargetkan minimal separuh dari total produksi petani dapat diserap sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah.

“Kita menargetkan setidaknya 50 persen dari hasil panen petani dapat diserap Bulog. Memang ada petani yang menjual ke pengepul atau menyimpan sendiri, terutama jika ada kebutuhan tertentu atau keterikatan sebelumnya,” pungkas Fuad.

Melalui peningkatan target serapan gabah ini, Bulog berharap dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong petani semakin bersemangat menggarap lahan pertanian sehingga produksi pangan daerah terus meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index