BGN Ungkap Penyebab Keracunan di SMKN 6 Semarang: Masak Terlalu Awal

Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:39:01 WIB
Penyebab Keracunan MBG SMKN 6 Semarang: BGN Duga Waktu Masak [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan dugaan sementara penyebab insiden keracunan di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan investigasi awal, BGN menduga peristiwa tersebut ditengarai oleh sejumlah bahan makanan, mulai dari daun singkong sampai bumbu rendang, serta durasi memasak yang terlampau cepat sebelum makanan disalurkan.

"Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain. Tapi, sejauh ini, investigasi kami sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," kata Sudaryono, Minggu (2/8/2026).

Indikasi tersebut didapatkan lantaran beberapa sekolah lain yang menerima menu pasokan dari SPPG yang sama tidak mengalami keracunan.

Sebab, hidangan untuk sekolah lain disebarkan lebih pagi.

"Jadi, dari mulai jam 9 (malam) sudah mulai masak. Itu kemudian diberikan sekitar jam 9 atau jam 10 (pagi). Jadi, ini cukup lama, karena yang dikasih makan bukan hanya SMK Negeri 6 tapi juga beberapa sekolah yang lain. Nah, sekolah yang lain itu dikasikannya lebih pagi," beber dia.

Hasil pengujian laboratorium diperkirakan baru akan keluar dalam 5-7 hari mendatang. Selagi menunggu hasilnya, BGN memutuskan untuk menyetop sementara (suspend) operasional SPPG Karangturi. Pihaknya juga melayangkan surat peringatan akibat peristiwa tersebut.

"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kami beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kami beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," tutur dia.

Ia mengingatkan pihak SPPG agar senantiasa mematuhi SOP yang ada. Ia juga meminta pimpinan SPPG bertindak tegas terhadap segala tindakan penyimpangan maupun ketidakpatuhan atas SOP.

"Saya paham Anda punya chef, Anda punya pengawas gizi, Anda punya orang-orang yang kerja di situ. Barangkali mungkin ada satu dua yang ada yang ngeyelan, lah, harus ada leadership di situ. Karena nyawa, kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026).

Dari total korban, 698 orang ditangani langsung di tempat, sementara 9 orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu guna menjalani penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, pasokan bahan baku menu MBG didistribusikan secara bertahap pada Rabu (29/7/2026). Pasokan tersebut mencakup bumbu, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran, dengan waktu pengiriman dari pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB.

Setibanya di lokasi, bahan pangan ditaruh di gudang basah dan lemari pembeku. Tahap penyiapan hidangan dimulai pukul 18.55 WIB, meliputi pembersihan bahan, pengukusan tahu, serta pemarinasian ayam selama satu jam. Daging ayam selesai digoreng sekira pukul 23.50 WIB.

Tahap memasak berlanjut pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 00.30 WIB.

Petugas mengolah bumbu rendang, tahu, dan sayur sebelum seluruh sajian diperiksa oleh ahli gizi. Pengujian organoleptik serta pengukuran gramasi berlangsung sekira pukul 04.00 WIB.

Usai diperiksa, makanan dikemas dan didistribusikan ke sekolah melalui dua gelombang. Pengiriman pertama dilakukan pukul 06.00 WIB, sedangkan gelombang kedua dikirim sekira pukul 08.10 WIB.

SPPG Karangturi baru mendapatkan laporan terkait adanya masalah kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat (31/7/2026) sekira pukul 09.40 WIB. Para siswa dilaporkan mengalami masalah pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.

Terkini