Minyak

7 Anak Usaha Pertamina Kuasai Produksi Minyak Nasional

7 Anak Usaha Pertamina Kuasai Produksi Minyak Nasional
7 Anak Usaha Pertamina Kuasai Produksi Minyak Nasional

JAKARTA - Tujuh anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil masuk daftar 10 produsen minyak terbesar di Indonesia versi SKK Migas. 

Keberhasilan ini menegaskan peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produksi migas. “Seluruh program strategis Pertamina selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama memperkuat swasembada energi melalui dual growth strategy,” ujarnya, Kamis.

Strategi Ganda untuk Ketahanan Energi

Strategi ganda Pertamina mencakup optimalisasi bisnis migas legasi sekaligus percepatan transisi energi rendah karbon. Meskipun dunia tengah menghadapi tekanan pasar global, migas tetap menjadi fondasi utama ketahanan energi.

Baron menambahkan, inovasi di sektor hulu menjadi kunci agar produksi tetap stabil di tengah penurunan alamiah sumur. Hingga Oktober 2025, produksi migas Pertamina tercatat mencapai 1,032 juta barel setara minyak per hari, tetap di atas 1 juta BOEPD.

Kontribusi Anak Usaha terhadap Produksi Nasional

Secara keseluruhan, Pertamina mengelola 24% wilayah kerja migas nasional dengan kontribusi 69% terhadap produksi minyak dan 37% produksi gas. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pasokan energi domestik yang signifikan.

Adapun tujuh anak usaha hulu Pertamina yang masuk daftar 10 besar produsen minyak adalah: ExxonMobil Cepu Ltd (153.900 bph), Pertamina Hulu Rokan (151.020 bph), Pertamina EP (68.497 bph), Pertamina Hulu Energi ONWJ (25.501 bph), Pertamina Hulu Mahakam (23.639 bph), Pertamina Hulu Energi OSES (17.177 bph), dan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (13.105 bph).

Dukungan Terhadap Swasembada Energi Nasional

Dominasi anak usaha Pertamina di sektor hulu berperan penting mendukung target swasembada energi nasional. Melalui manajemen produksi yang efisien, perusahaan memastikan pasokan minyak tetap stabil, sekaligus membuka peluang investasi baru di industri migas.

Baron menekankan bahwa pengelolaan wilayah kerja migas yang luas dan inovasi di hulu menjadi fondasi agar Pertamina tidak hanya menjaga produksi saat ini, tetapi juga mempersiapkan transisi energi yang lebih berkelanjutan ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index