SAHAM

Rekomendasi Saham Terbaik Jelang Akhir Pekan, 23 Januari 2026 Terbaru

Rekomendasi Saham Terbaik Jelang Akhir Pekan, 23 Januari 2026 Terbaru
Rekomendasi Saham Terbaik Jelang Akhir Pekan, 23 Januari 2026 Terbaru

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat, 23 Januari 2026, mengawali perdagangan dengan kecenderungan menguat. 

Namun, setelahnya IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indeks dibuka di posisi 9.031,494 namun langsung mengalami koreksi, turun 73,938 poin atau 0,82 persen ke level 8.918,245 pada pukul 09.47 WIB. Bahkan, IHSG sempat menyentuh titik terendahnya di level 8.868,399.

Mengapa IHSG Menurun?

Penurunan IHSG pada pagi ini terjadi setelah sempat menguat beberapa saat pada pembukaan perdagangan. Berdasarkan data yang tercatat di RTI, penurunan ini mengikuti tren yang sama seperti yang terjadi pada perdagangan kemarin, 22 Januari 2026, dimana IHSG ditutup turun sebesar 0,2 persen. 

Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan ini adalah adanya aksi jual besar oleh investor asing yang tercatat mencapai Rp964 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dilepas adalah BBCA, BMRI, ANTM, BBNI, dan BBRI.

IHSG Berpotensi Rebound

Meskipun IHSG sempat melemah pada pagi hari, ada harapan besar untuk potensi rebound pada perdagangan hari ini. Riset harian dari BNI Sekuritas menyatakan bahwa meskipun ada penurunan kemarin, IHSG masih berpotensi untuk kembali menguat pada hari ini. 

Diperkirakan bahwa support untuk IHSG berada pada rentang 8.950-8.980, dengan resistance di kisaran 9.050-9.100. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan jangka pendek, IHSG memiliki peluang untuk kembali bergerak positif pada perdagangan hari ini, terutama dengan memperhatikan faktor-faktor teknikal dan makroekonomi yang mendukung.

Sentimen Global yang Mendukung Pasar Saham

Penting untuk dicatat bahwa meskipun IHSG sempat melemah, indeks saham global menunjukkan kecenderungan positif. Wall Street, pada Kamis, 22 Januari 2026, ditutup menguat setelah meredanya ketegangan geopolitik yang berkaitan dengan isu tarif dan Greenland. 

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 0,63 persen, S&P 500 naik 0,55 persen, dan Nasdaq Composite juga melonjak 0,91 persen.

Selain itu, pasar saham Asia-Pasifik juga menguat seiring dengan kenaikan di Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan tercatat naik 0,87 persen, sementara indeks Nikkei 225 Jepang mengalami lonjakan sebesar 1,73 persen. Hal ini memberikan gambaran bahwa pasar saham di Asia cukup antusias merespon sentimen positif yang datang dari Amerika Serikat, dengan harapan bahwa ketegangan geopolitik akan mereda lebih lanjut.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jelang Akhir Pekan

Meskipun IHSG sempat terkoreksi, ada beberapa saham yang dapat menjadi pilihan bagi para investor dan trader untuk dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang bisa menjadi pilihan trading idea pada hari ini, Jumat, 23 Januari 2026:

BUMI (Buy on Weakness)
Harga beli: Rp336 - Rp348
Cutloss: Di bawah Rp336
Target: Rp360 - Rp364

PNLF (Buy if Break)
Harga beli: Jika menembus Rp308
Cutloss: Di bawah Rp300
Target: Rp312 - Rp318

TOBA (Spec Buy)
Harga beli: Rp820 - Rp830
Cutloss: Di bawah Rp820
Target: Rp850 - Rp875

GOTO (Spec Buy)
Harga beli: Rp61 - Rp62
Cutloss: Di bawah Rp61
Target: Rp64 - Rp67

BBCA (Spec Buy)
Harga beli: Rp7.600 - Rp7.650
Cutloss: Di bawah Rp7.600
Target: Rp7.775 - Rp7.875

VKTR (Spec Buy)
Harga beli: Rp1.145 - Rp1.190
Cutloss: Di bawah Rp1.140
Target: Rp1.220 - Rp1.290

Setiap saham memiliki level beli yang disarankan dan juga titik cutloss yang penting untuk diperhatikan agar risiko dapat terkelola dengan baik. 

Beberapa saham, seperti BUMI, PNLF, dan TOBA, memberikan potensi keuntungan jika dibeli pada level yang tepat, sementara saham-saham lain seperti GOTO, BBCA, dan VKTR memiliki peluang kenaikan yang menarik.

Analisa Sentimen Pasar dan Prospek Saham

Berdasarkan sentimen pasar dan data ekonomi yang ada, pasar saham saat ini sedang berada dalam fase volatilitas yang tinggi. Aksi jual yang terjadi kemarin, 22 Januari 2026, terutama oleh investor asing, menunjukkan adanya penurunan kepercayaan pasar pada beberapa saham besar. 

Namun, meskipun ada penurunan jangka pendek, rebound atau pemulihan pasar sangat mungkin terjadi, seiring dengan potensi teknikal dan data ekonomi global yang menunjukkan arah yang lebih positif.

Dengan adanya kenaikan indeks saham global seperti di Wall Street dan Asia, serta harapan bahwa ketegangan geopolitik akan mereda, pasar saham Indonesia berpotensi untuk kembali bergerak naik. 

Oleh karena itu, bagi para trader yang bijak, ini bisa menjadi kesempatan untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah dan menjualnya setelah rebound terjadi.

Penutupan dan Outlook IHSG

Secara keseluruhan, IHSG pada hari Jumat ini menunjukkan potensi untuk rebound meskipun sempat melemah di pagi hari. Berdasarkan analisa teknikal dan sentimen pasar global, IHSG kemungkinan akan menguji level resistance di sekitar 9.050-9.100 pada akhir perdagangan hari ini. 

Para investor dan trader diharapkan bisa memanfaatkan kondisi ini dengan memilih saham yang tepat dan melakukan trading dengan strategi yang sesuai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index