JAKARTA - Kepolisian Daerah Jawa Barat mulai mematangkan skema mitigasi arus lalu lintas di koridor utama penghubung Bandung dan Jakarta dengan memastikan kesiapan jalur alternatif sepanjang 52 kilometer yang dapat digunakan saat terjadi lonjakan kendaraan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja langsung ke Posko Jasa Marga untuk meninjau kesiapan jalur alternatif tersebut pada 24 Februari 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis kepolisian untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi kepadatan di jalur utama, khususnya pada momen peningkatan aktivitas perjalanan.
Strategi Mengurai Kepadatan Jalur Utama
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar menerima paparan dari pihak pengelola jalan tol mengenai kondisi infrastruktur serta kesiapan fasilitas pendukung di sepanjang jalur alternatif.
Paparan tersebut meliputi titik rawan penyempitan arus kendaraan atau bottleneck, kesiapan rambu lalu lintas, hingga penerangan jalan yang menjadi faktor penting bagi keselamatan pengguna jalan.
Jalur sepanjang 52 kilometer ini disiapkan sebagai solusi apabila jalur utama mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kehadiran jalur alternatif diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat dari Bandung menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Jalur alternatif sepanjang 52 KM tersebut dipersiapkan sebagai langkah strategis untuk mengurai kepadatan di jalur utama Bandung–Jakarta serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jalan.” ujarnya, 25 Februari 2026.
Penempatan Personel dan Pengamanan Maksimal
Kapolda Jabar menegaskan bahwa kesiapan jalur alternatif harus didukung dengan pengamanan maksimal dari jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Pengamanan dilakukan melalui penempatan personel di titik-titik strategis serta penguatan koordinasi dengan pengelola jalan tol dan instansi terkait guna memastikan jalur tetap aman dan lancar dilalui.
Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama dengan menekankan pentingnya pendekatan humanis serta respons cepat terhadap potensi gangguan lalu lintas maupun keadaan darurat di sepanjang jalur tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan optimal bagi masyarakat pengguna jalan.
Komitmen Kesiapan Jalur Alternatif
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa kunjungan Kapolda Jabar ke Posko Jasa Marga bertujuan memastikan jalur alternatif benar-benar siap digunakan dari sisi operasional maupun pengamanan.
“Kunjungan Bapak Kapolda Jabar ke Posko Jasa Marga ini bertujuan untuk memastikan bahwa jalur alternatif sepanjang 52 KM dari Bandung menuju Jakarta dalam kondisi siap operasional, baik dari sisi infrastruktur maupun pengamanan. Polda Jabar bersama stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan,” tuturnya, 25 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, pengelola jalan tol, dan instansi terkait menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.
Diharapkan Jadi Solusi Mobilitas Bandung–Jakarta
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, jalur alternatif Bandung–Jakarta sepanjang 52 kilometer diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
Keberadaan jalur ini juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas antara dua wilayah yang memiliki aktivitas transportasi tinggi.
Melalui pemantauan langsung oleh pimpinan kepolisian daerah, kesiapan jalur alternatif tersebut diharapkan semakin optimal sehingga dapat digunakan secara maksimal ketika dibutuhkan.