MENU TAKJIL

Menkes Susun Ranking Menu Takjil Sehat Ramadan, Kurma Jadi Pilihan Teratas

Menkes Susun Ranking Menu Takjil Sehat Ramadan, Kurma Jadi Pilihan Teratas
Menkes Susun Ranking Menu Takjil Sehat Ramadan, Kurma Jadi Pilihan Teratas

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan panduan memilih takjil sehat selama Ramadan melalui konten edukasi kesehatan yang diunggah di media sosial. Dalam penjelasannya, dia menyusun peringkat menu takjil dari yang paling sehat hingga yang kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Melalui unggahan tersebut, Budi menyampaikan versi pribadinya mengenai urutan takjil favorit yang dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan nilai gizinya. Edukasi ini ditujukan agar masyarakat dapat memilih makanan berbuka yang tidak hanya lezat tetapi juga baik bagi kesehatan.

Dalam video yang diunggah pada 24 Februari 2026, dia membagi pilihan takjil ke dalam empat kategori, yakni A hingga D, mulai dari yang paling sehat sampai yang paling tidak direkomendasikan.

Kurma Jadi Takjil Paling Sehat

Posisi teratas atau kategori A ditempati oleh kurma. Menurut Budi, kurma menjadi pilihan terbaik untuk berbuka puasa karena mengandung serat dan gula alami yang baik untuk tubuh setelah seharian berpuasa.

“Ini dulu diajarin sama guru ngaji saya, kalau buka mesti pakai buah kurma. Manis sih, tapi ini serat semua. Gulanya juga gula alami,” ujarnya dalam video tersebut.

Kurma dinilai mampu membantu mengembalikan energi dengan cepat tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan pembuka puasa.

Kolak Pisang Masuk Kategori Menengah

Di posisi berikutnya atau kategori B, Budi menempatkan kolak pisang. Meski rasanya manis, dia menilai kolak masih mengandung bahan alami seperti pisang dan ubi yang memiliki nilai gizi lebih baik dibanding takjil lain yang tinggi gula tambahan.

Kandungan bahan alami tersebut membuat kolak pisang masih dianggap sebagai pilihan yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan berbagai jenis makanan berbuka lainnya yang didominasi pemanis tambahan.

Namun demikian, konsumsi kolak tetap dianjurkan dalam jumlah wajar mengingat kandungan gula yang cukup tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Es Buah dan Biji Salak Perlu Dibatasi

Untuk kategori C, Budi memilih es buah dan biji salak. Dia menilai es buah sering kali lebih banyak berisi sirup dan susu kental manis dibandingkan potongan buahnya.

Sementara biji salak, meski berbahan dasar tepung dan ubi, tetap dinilai tinggi kandungan gula sehingga perlu dibatasi konsumsinya.

Jenis takjil ini masih dapat dikonsumsi, namun sebaiknya tidak terlalu sering agar asupan gula harian tetap terkendali.

Gorengan dan Kue Basah Paling Tidak Direkomendasikan

Adapun kategori D diisi oleh gorengan dan kue basah. Budi menilai gorengan kurang sehat karena proses pengolahannya yang digoreng dalam minyak, apalagi jika minyak digunakan berulang kali.

Sedangkan kue basah disebut dominan berbahan tepung dan gula, sehingga kurang memberikan manfaat gizi yang optimal bagi tubuh.

Jenis makanan tersebut sering menjadi pilihan favorit masyarakat saat berbuka puasa, namun konsumsinya dianjurkan tidak berlebihan agar kesehatan tetap terjaga selama Ramadan.

Ajak Masyarakat Pilih Takjil Lebih Sehat

Di akhir videonya, Budi pun melempar pertanyaan kepada warganet mengenai pilihan takjil mereka setelah mengetahui urutan tersebut. Dia mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan pilihan takjil yang tidak hanya enak, tetapi juga lebih sehat selama Ramadan.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih makanan pembuka puasa yang tepat agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan Ramadan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index