AirAsia Resmi Buka Rute Batam-Kuala Lumpur Mulai 13 Maret 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:15:43 WIB
AirAsia Resmi Buka Rute Batam-Kuala Lumpur Mulai 13 Maret 2026

JAKARTA - Konektivitas internasional Kota Batam kembali bertambah dengan hadirnya rute baru dari maskapai berbiaya hemat AirAsia. 

Maskapai ini resmi membuka penerbangan langsung Batam–Kuala Lumpur yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. 

Pembukaan rute tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan adanya penerbangan langsung ini, mobilitas masyarakat antara Batam dan Kuala Lumpur akan semakin mudah dan efisien. Rute tersebut diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan asing, khususnya dari Malaysia, yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial bagi sektor pariwisata Batam dan Kepri.

Kehadiran rute internasional ini juga mempertegas posisi Batam sebagai salah satu gerbang strategis Indonesia di wilayah barat. Letaknya yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura menjadikan Batam memiliki daya tarik tersendiri, baik untuk wisata, bisnis, maupun investasi.

Optimisme Disbudpar Batam Dongkrak Kunjungan Wisman

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif pembukaan rute tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 Batam mencatat 1,6 juta kunjungan wisman, dengan pasar Malaysia menunjukkan pertumbuhan paling signifikan.

Menurut Ardiwinata, jumlah kunjungan wisman asal Malaysia meningkat hingga 100 persen, mencapai lebih dari 14 ribu orang. Ia optimistis tren tersebut akan semakin meningkat dengan adanya konektivitas langsung antara Batam dan Kuala Lumpur.

"Pasar Malaysia sangat potensial. Dengan penerbangan langsung ini, kami optimistis jumlah kunjungan wisman ke Batam dan Kepri akan terus meningkat," ujar Ardiwinata.

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan pemerintah daerah bahwa aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan. 

Dengan rute langsung, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya perjalanan lebih kompetitif, sehingga Batam semakin menarik sebagai destinasi akhir pekan maupun perjalanan singkat bagi wisatawan Malaysia.

Strategi Bandara Internasional Batam Perkuat Konektivitas

Sementara itu, CEO PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budi, menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas Indonesia dan Malaysia melalui Batam sebagai pintu gerbang.

Ia menjelaskan, rencana pembukaan rute Batam–Kuala Lumpur telah dibahas sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap implementasi. Pihaknya juga mengapresiasi komitmen AirAsia dalam merealisasikan rute tersebut.

"Ini akan menjadi penggerak ekonomi Batam dan mendukung program pemerintah pusat maupun daerah," kata Annang.

Menurutnya, Bandara Internasional Batam optimistis rute baru ini akan meningkatkan arus penumpang, mendorong sektor pariwisata, serta memperbesar perputaran ekonomi di tingkat daerah dan nasional. 

Ia pun mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata, mulai dari hotel, restoran, agen perjalanan hingga pengelola destinasi, untuk turut mendukung dan mempromosikan rute tersebut.

Sinergi antara pengelola bandara, maskapai, dan pelaku industri pariwisata dinilai menjadi kunci keberhasilan optimalisasi rute baru ini. Dengan promosi yang tepat dan kesiapan layanan, peluang peningkatan jumlah wisman diyakini semakin terbuka lebar.

Komitmen AirAsia Perkuat Hub Indonesia–Malaysia

Di pihak maskapai, General Manager dan CEO AirAsia Berhad, Dato' Captain Fareh Mazputra, menilai pembukaan rute Batam–Kuala Lumpur membuka peluang besar bagi wisatawan dan pelaku usaha kedua negara.

"Kami terus meneguhkan konektivitas hub Indonesia dan Malaysia," ujar Fareh.

Ia menyampaikan bahwa dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri penerbangan, AirAsia melihat Batam sebagai wilayah strategis, tidak hanya untuk sektor pariwisata, tetapi juga untuk mendukung bisnis, investasi, dan perdagangan.

Saat ini, AirAsia melayani sekitar 20 rute di Indonesia dan lebih dari 100 destinasi di Asia, termasuk Asia Tengah, Asia Timur, hingga Australia. 

Kehadiran rute langsung Batam–Kuala Lumpur dinilai akan mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau.

Fareh juga menyinggung kedekatan historis antara Malaysia dan wilayah Kepri, terutama jejak hubungan dengan Kesultanan Lingga. Ia menyebut masyarakat Malaysia memiliki ketertarikan untuk mengenal lebih dekat sejarah tersebut.

"Saya dan masyarakat Malaysia sangat penasaran ingin mengetahui hubungan Kerajaan Lingga dan Malaysia, termasuk melihat langsung peninggalan sejarah yang masih ada," ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa potensi kerja sama tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga pada penguatan hubungan budaya dan sejarah yang telah terjalin sejak lama antara kedua wilayah.

Dorongan Baru Bagi Pariwisata dan Ekonomi Kepri

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, rute AirAsia Batam–Kuala Lumpur diharapkan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.

Kemudahan akses udara diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan tingkat hunian hotel, kunjungan ke destinasi wisata, serta aktivitas belanja dan kuliner. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah juga berpotensi merasakan efek berganda dari meningkatnya arus wisatawan mancanegara.

Selain itu, konektivitas yang semakin kuat antara Batam dan Kuala Lumpur dapat membuka peluang investasi baru. 

Pertemuan bisnis lintas negara menjadi lebih praktis dengan adanya penerbangan langsung, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Harapan kami, ini tidak hanya tentang pariwisata, tetapi juga pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri secara keseluruhan," tutup Ardiwinata.

Dengan dimulainya operasional pada 13 Maret 2026, rute langsung Batam–Kuala Lumpur diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Batam sebagai hub internasional yang dinamis. 

Kolaborasi antara maskapai, pemerintah daerah, dan pelaku industri menjadi fondasi utama agar manfaat ekonomi dan pariwisata dari rute ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Terkini