BCA

NPL KPR BCA Naik, Bank Tetap Optimistis Kendalikan Risiko

NPL KPR BCA Naik, Bank Tetap Optimistis Kendalikan Risiko
NPL KPR BCA Naik, Bank Tetap Optimistis Kendalikan Risiko

JAKARTA - Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA, Welly Yandoko, menjelaskan salah satu faktor kenaikan NPL adalah kondisi ekonomi yang belum stabil, ditambah banyaknya PHK yang terjadi sepanjang tahun 2025. 

Situasi ini memengaruhi kemampuan debitur membayar angsuran kredit secara tepat waktu.

“Kami melihat beberapa debitur mengalami tekanan finansial akibat kehilangan pekerjaan atau pendapatan yang menurun. Kondisi ini memengaruhi pembayaran angsuran KPR,” ujar Welly kepada Kontan, Kamis.

Meski meningkat, BCA menegaskan langkah mitigasi risiko tetap berjalan ketat melalui proses analisis debitur dan monitoring portofolio secara intensif.

Strategi BCA Menjaga Kualitas Kredit

BCA menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Analisis mendetail dilakukan terhadap calon debitur, termasuk penerapan Know Your Customer (KYC) yang lebih ketat. Bank juga menelaah nilai dan lokasi properti untuk memastikan jaminan mampu menutup kredit yang diberikan.

“Kami segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit tetap sehat,” tegas Welly. Pemantauan dilakukan secara berkala terhadap kredit bermasalah maupun kredit yang menunjukkan tanda-tanda potensi gagal bayar.

Selain itu, BCA juga memperkuat sistem credit scoring dan monitoring sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan NPL di masa mendatang.

Pertumbuhan Portofolio KPR Masih Positif

Di tengah kenaikan NPL, pertumbuhan portofolio KPR BCA tetap terjaga. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan per September 2025, portofolio KPR tumbuh 6,4% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 138,8 triliun.

Pertumbuhan ini turut menopang kredit konsumer BCA secara keseluruhan, yang naik 3,3% YoY menjadi Rp 223,6 triliun. Likuiditas yang memadai menjadi faktor kunci, memungkinkan bank tetap mendukung kebutuhan kredit masyarakat meski risiko kredit meningkat.

Inovasi Skema Kredit untuk Menjaga Daya Beli

BCA menghadirkan beragam skema kombinasi suku bunga bagi nasabah KPR, guna memberikan fleksibilitas pembayaran dan mendukung kebutuhan jangka panjang. Inovasi ini menjadi strategi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kredit macet.

Bank terus mendorong efisiensi proses penyaluran kredit melalui penguatan sistem monitoring, mitigasi risiko, dan pengelolaan portofolio yang terstruktur. Dengan pendekatan ini, BCA optimistis mampu mempertahankan posisi KPR di tengah tantangan ekonomi.

Kesimpulan: BCA Tetap Optimistis Hadapi Risiko KPR

Secara keseluruhan, kenaikan NPL KPR BCA menjadi 1,79% per September 2025 masih terkendali dan jauh di bawah rata-rata industri. Langkah-langkah mitigasi risiko, penguatan proses KYC, pemantauan kredit, serta inovasi skema suku bunga menjadi pilar utama strategi BCA.

Pertumbuhan portofolio KPR yang tetap positif menunjukkan bank mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas aset. Dengan manajemen risiko yang terstruktur, BCA siap menghadapi tantangan ekonomi sambil tetap memenuhi kebutuhan nasabah KPR.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index