GLOBAL

Tanaman yang Diyakini Punah Sejak 1960 Akhirnya Ditemukan Kembali di Australia

Tanaman yang Diyakini Punah Sejak 1960 Akhirnya Ditemukan Kembali di Australia

JAKARTA - Sebuah tanaman yang selama hampir enam dekade diyakini telah punah di alam liar kini ditemukan kembali di Australia, memicu kegembiraan di kalangan ilmuwan konservasi dan pecinta alam. Tanaman ini adalah Ptilotus senarius — sebuah semak kecil berbunga berwarna ungu-merah muda yang belum terlihat sejak terakhir kali dicatat pada 1967 di Queensland utara, Australia. Penemuan kembali ini dipublikasikan melalui penelitian yang dimuat di Australian Journal of Botany dan menegaskan bahwa spesies tersebut masih hidup, meski jumlahnya sangat terbatas.

Keberadaan Ptilotus senarius sebelumnya telah dianggap hilang dari dunia nyata karena tidak pernah teramati dalam puluhan tahun dan terus-menerus tidak ditemukan dalam pencarian ilmiah yang intensif. Namun pada Juni 2025, titik balik terjadi ketika sebuah foto tanaman tidak biasa diunggah ke platform sains warga bernama iNaturalist. Foto itu segera menarik perhatian para ahli botani, yang kemudian memverifikasi bahwa spesimen itu adalah P. senarius — penemuan kembali luar biasa yang menunjukkan keuletan alam di tengah ancaman kepunahan.

Peran Sains Warga dalam Mengungkap Keanekaragaman Hayati
Aspek paling menarik dari penemuan kembali ini adalah peran penting yang dimainkan oleh sains warga atau citizen science. Ilmuwan amatir dan pengguna iNaturalist Aaron Bean, yang juga bekerja sebagai hortikulturis dan peneliti burung, secara kebetulan menemukan tanaman tersebut saat sedang berada di lahan pribadi milik seseorang di kawasan Gilbert River, Queensland. Ia kemudian mengunggah foto tanaman itu saat mendapatkan sinyal telepon setelah bekerja di wilayah tersebut.

Unggahan foto tanaman ini kemudian diamati oleh komunitas global pengguna iNaturalist, termasuk para ahli botani yang segera mengenali bahwa tanaman tersebut mirip dengan spesies yang sudah lama dianggap punah. Ini membuka peluang bagi para peneliti untuk melakukan kunjungan lapangan dan pengambilan spesimen yang kemudian dikonfirmasi sebagai P. senarius. Penemuan ini menggarisbawahi peran besar platform digital dalam membantu ilmuwan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memantau keanekaragaman hayati yang tersebar di wilayah terpencil.

Fitur Botanikal dan Habitat Tumbuhan
Ptilotus senarius adalah semak kecil yang termasuk dalam famili Amaranthaceae. Tanaman ini memiliki bunga berwarna ungu-merah muda yang khas dan batang ramping dengan tinggi biasanya tidak lebih dari sekitar 50–60 sentimeter. Bunga-bunga tersebut sering digambarkan seperti letupan kembang api dengan warna yang menarik, berfungsi sebagai ciri visual yang mudah dikenali oleh para pengamat alam.

Tanaman ini diketahui endemik di wilayah selatan tepi Sungai Gilbert dan sekitarnya di Queensland utara, yang termasuk bagian dari lanskap berbatu dan hutan semak yang cukup terpencil. Habitat ini juga kerap menjadi tempat ternak berkeliaran dan kawasan sulit dijangkau oleh peneliti profesional, yang menjadi salah satu alasan mengapa tanaman ini luput dari pengamatan selama puluhan tahun.

Implikasi untuk Konservasi dan Pemantauan Spesies Langka
Penemuan kembali Ptilotus senarius membuatnya kini diklasifikasikan sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered) di bawah hukum konservasi Australia setelah sebelumnya dianggap punah di alam liar. Status ini membuka pintu bagi program dan upaya konservasi lebih lanjut, termasuk survei lanjutan, pemantauan populasi, dan perlindungan habitat yang lebih terfokus.

Para ahli menekankan pentingnya data yang dihasilkan dari jaringan pengguna iNaturalist — termasuk informasi lokasi, foto berkualitas tinggi, dan catatan konteks lainnya — untuk memaksimalkan nilai ilmiah dari setiap pengamatan di lapangan. Hal ini bisa membantu peneliti mengetahui lebih banyak tentang sebaran spesies, jumlah individu, dan kondisi lingkungan tempat mereka hidup.

Pelajaran dari Kejadian Ini dan Harapan Baru
Kasus Ptilotus senarius adalah salah satu contoh bagaimana kehadiran teknologi modern dan partisipasi publik dalam sains dapat mengubah cara kita memahami dan melestarikan alam. Penemuan kembali spesies yang pernah diyakini hilang menunjukkan bahwa bahkan di era perubahan iklim dan tekanan habitat yang terus meningkat, masih ada ruang bagi harapan dan temuan tak terduga.

Para ilmuwan kini berharap bahwa semakin banyak individu yang berkontribusi pada platform seperti iNaturalist dan jaringan sains lainnya, semakin besar peluang bagi penemuan spesies lain yang dianggap hilang. Ini juga mendorong kolaborasi antara ilmuwan profesional dan masyarakat umum untuk memperluas pengetahuan tentang keanekaragaman hayati di seluruh dunia — dari wilayah terpencil Australia hingga berbagai penjuru planet ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index