Pelatih Timnas

Kedekatan Van Gastel dan Van Bronckhorst dalam Isu Pelatih Timnas

Kedekatan Van Gastel dan Van Bronckhorst dalam Isu Pelatih Timnas
Kedekatan Van Gastel dan Van Bronckhorst dalam Isu Pelatih Timnas

JAKARTA - Kabar mengenai Giovanni van Bronckhorst sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia turut menarik perhatian Jean-Paul van Gastel. 

Bagi pelatih PSIM Yogyakarta itu, isu tersebut terasa personal karena ia pernah bekerja bersama Van Bronckhorst dalam waktu lama di beberapa klub berbeda. Kedekatan keduanya terjalin sejak lama melalui kerja sama intens sebagai pelatih kepala dan asisten.

Van Gastel menjadi tangan kanan Van Bronckhorst di Feyenoord selama empat tahun dari 2015 hingga 2019. Setelah itu, ia kembali mendampingi rekannya itu di Guangzhou R&F pada 2020, lalu berlanjut ke Besiktas pada 2024. 

Jejak panjang perjalanan mereka membuat Van Gastel memahami benar karakter, filosofi, dan pendekatan kepelatihan Van Bronckhorst.

Kini, setelah berpisah jalan, Van Gastel sedang membangun kariernya sendiri sebagai pelatih kepala PSIM. Ia sukses membawa klub tersebut menjuarai Liga 2 2024/2025 serta memastikan promosi ke BRI Super League 2025/2026. 

Namun kedekatan masa lalu itu membuatnya tak bisa menghindari pertanyaan seputar peluang Van Bronckhorst melatih Timnas Indonesia.

Komentar Van Gastel Soal Rumor Kandidat Pelatih Timnas

Saat konferensi pers jelang Persija vs PSIM di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis, Van Gastel menerima pertanyaan terkait peluang mantan bosnya menukangi Timnas Indonesia. Ia mengaku mendengar kabar itu bukan dari komunikasi langsung, melainkan hanya dari unggahan media sosial.

Menurutnya, memang ada laporan yang menyebutkan bahwa Van Bronckhorst masuk dalam daftar kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun ia menegaskan bahwa situasinya tidak sesederhana itu. 

Van Bronckhorst saat ini tengah bekerja sebagai asisten pelatih Liverpool, dan Van Gastel ragu klub sebesar Liverpool akan melepasnya saat musim masih berjalan.

Ia menekankan bahwa segala rumor itu masih menjadi tanda tanya, dan ia tidak memiliki kepastian apa pun terkait kebenarannya. Van Gastel menjaga sikap hati-hati, memastikan pendapatnya tidak menimbulkan salah tafsir di tengah ramainya isu pelatih Timnas Indonesia.

Darah Indonesia dan Ketertarikan Publik pada Van Bronckhorst

Di sisi lain, Van Gastel memahami mengapa publik Indonesia begitu antusias memunculkan nama Giovanni van Bronckhorst sebagai kandidat. Sang pelatih memiliki darah Indonesia dari kedua orang tuanya, sementara pihak keluarga sang ibu berakar dari Maluku. 

Hubungan historis dan emosional itu membuat nama Van Bronckhorst terasa dekat bagi pencinta sepak bola Tanah Air.

Koneksi tersebut kerap menjadi alasan kuat yang memicu harapan bahwa suatu hari Van Bronckhorst dapat menangani Timnas Indonesia. 

Dalam pandangan Van Gastel, latar belakang tersebut memang membuat wajar jika nama mantan pelatih Feyenoord itu masuk dalam deretan kandidat. Namun ia tetap mengingatkan bahwa informasi yang beredar di media sosial sering kali juga dipenuhi spekulasi.

Van Gastel tidak ingin menyimpulkan apa pun karena belum ada konfirmasi resmi, baik dari PSSI maupun dari Liverpool. Baginya, semua kemungkinan tetap terbuka, tetapi tetap harus menunggu kejelasan yang lebih konkret dari pihak terkait.

Peluang dan Realitas di Tengah Rumor Panas

Bagi Timnas Indonesia, kehadiran nama besar seperti Van Bronckhorst tentu menjadi magnet besar. Dengan pengalaman melatih di Eropa dan Asia, termasuk menjuarai Eredivisie bersama Feyenoord, ia dianggap memiliki kapasitas untuk meningkatkan kualitas permainan Garuda. 

Namun di sisi lain, posisi Van Bronckhorst saat ini di Liverpool membuat peluang kehadirannya tidak bisa disebut mudah.

Van Gastel menegaskan bahwa jadwal kompetisi Eropa tengah padat, sehingga kecil kemungkinan klub sebesar Liverpool akan mengizinkan staf pelatihnya pergi di tengah musim. Belum lagi status Van Bronckhorst sebagai asisten yang memegang peran strategis—membuat kehadirannya penting bagi struktur kepelatihan tim tersebut.

Meski demikian, rumor tak kunjung padam. Media sosial dan pemberitaan di Indonesia terus memunculkan nama-nama kandidat lain, mulai dari Eropa hingga kawasan Asia. Van Gastel menyebut fenomena itu sebagai bagian dari dinamika yang wajar ketika sebuah federasi sedang mencari pelatih baru.

Di tengah segala spekulasi, Van Gastel hanya memberikan satu kesimpulan: hubungan personalnya dengan Van Bronckhorst membuat isu ini terasa dekat, namun ia tetap tidak memiliki pengetahuan langsung terkait peluang tersebut. Baginya, semua pihak sebaiknya menunggu keputusan resmi untuk menghindari salah persepsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index