Lamine Yamal

Louis Saha Ragukan Lamine Yamal Mampu Samai Level Lionel Messi

Louis Saha Ragukan Lamine Yamal Mampu Samai Level Lionel Messi
Louis Saha Ragukan Lamine Yamal Mampu Samai Level Lionel Messi

JAKARTA - Performa Lamine Yamal kembali menjadi bahan perbincangan setelah sejumlah pengamat menilai grafik permainannya menunjukkan penurunan halus. 

Meskipun kontribusi gol dan asistnya masih relatif stabil, tekanan terhadap pemain muda Barcelona itu kian meningkat.

Di saat publik masih mempertanyakan konsistensinya, sejumlah kritik justru berdatangan akibat aktivitas Yamal di luar lapangan. Mulai dari pesta ulang tahun yang mencuri perhatian hingga komentarnya mengenai Real Madrid, namanya kerap muncul dalam konteks negatif.

Momen-momen tersebut membuat sebagian orang menilai fokus Yamal mulai terganggu. Dalam beberapa pertandingan besar—termasuk kekalahan Barcelona dari Chelsea di Stamford Bridge—pengaruhnya disebut tidak sekuat musim sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, mantan striker Manchester United Louis Saha memberikan peringatan keras. Ia menilai Yamal berada di jalur berbahaya jika tidak segera menata ulang fokus dan komitmennya terhadap sepak bola.

Kekhawatiran Saha soal Bakat Besar yang Bisa Terbuang

Louis Saha menilai terlalu banyak perhatian dan pemberitaan negatif dapat membuat perkembangan seorang pemain muda menjadi tidak stabil. Menurutnya, Yamal memerlukan lingkungan yang memberikan kontinuitas agar tidak kehilangan arah di fase penting kariernya.

Ia menilai Barcelona tetap menjadi tempat terbaik bagi Yamal untuk berkembang, bukan klub lain yang mungkin akan mendatanginya dengan tawaran besar. Stabilitas, menurut Saha, akan memberikan fondasi yang lebih kuat bagi perkembangan sang pemain.

"Saya pikir hanya PSG atau Manchester City yang mampu membayar 300 juta pounds untuk Lamine Yamal. Saya masih merasa bahwa jika melihat trajektorinya, akan sangat disayangkan bila ia pergi terlalu cepat untuk sebuah kepindahan besar," ujar Saha.

Ia juga menambahkan bahwa munculnya isu-isu eksternal dapat mengganggu kualitas mentah yang dimiliki sang bintang muda.
"Demi sepak bola yang kita cintai, kami ingin melihatnya berkembang di Barcelona, tampil bagus untuk Barcelona, dan tetap stabil di sana. Saya takut bakat ini bisa terbuang karena mulai terlalu sering muncul hal-hal tentang dirinya di media," katanya.

Menurut Saha, menjaga ketenangan di tengah tekanan adalah kunci agar Yamal tidak terseret masalah yang dapat merugikan kariernya dalam jangka panjang.

Yamal Dinilai Tak Punya Obsesi ala Messi dan Ronaldo

Saha kemudian menyoroti perbandingan yang kerap muncul antara Yamal dengan Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo. Menurutnya, kualitas teknis Yamal tinggi, namun tidak disertai obsesi ekstrem terhadap sepak bola sebagaimana dua legenda tersebut.

Ia mengatakan bahwa Yamal memiliki gaya perkembangan yang lebih mirip Neymar—berbakat luar biasa, tetapi kerap terganggu oleh distraksi luar lapangan. Meski membawa bakat besar, hal tersebut dapat membuat seorang pemain tidak mencapai potensi maksimalnya.

"Bisakah Lamine Yamal suatu hari melampaui Lionel Messi? Itu akan bagus untuknya, tetapi saya tidak berpikir demikian," ungkap Saha.

Ia melanjutkan dengan kritik yang lebih spesifik.
"Saya ragu ia bisa mencapainya karena saya melihat kualitas Lamine Yamal sebagai pemain, tetapi saya tidak melihat adanya obsesi untuk benar-benar fokus pada sepak bola seperti yang dimiliki Cristiano Ronaldo," ujarnya.

Menurut Saha, obsesi itu—yang membuat Messi dan Ronaldo melampaui batas normal seorang atlet—belum terlihat dalam diri Yamal.

Risiko Yamal Mengikuti Jejak Neymar yang Terseret Distraksi

Dalam analisisnya, Saha menggunakan Neymar sebagai contoh pemain berbakat yang gagal memaksimalkan potensinya. Menurutnya, Neymar memiliki kualitas langka—bahkan lebih tinggi dari sebagian bintang top lain—namun gaya hidup dan serangan cedera justru membuatnya tidak mencapai level yang seharusnya.

Ia khawatir Yamal berpotensi mengalami hal serupa jika tidak segera memperbaiki fokusnya. Pada usia yang sangat muda, pengaruh luar dapat dengan mudah mengubah arah karier seorang pemain.

"Orang-orang seperti Messi dan Ronaldo benar-benar memiliki obsesi gila. Beberapa distraksi sudah mengelilingi Yamal sekarang, dan itu tidak baik," tutur Saha.

Kekhawatiran itu semakin besar melihat berbagai isu yang sudah muncul dalam waktu singkat.
"Saya pikir ia bisa terseret menjauh dari permainan seperti Neymar, yang menurut saya bahkan memiliki kualitas lebih baik. Selama bertahun-tahun, saya tidak pernah melihat sosok seperti Neymar," ujarnya.

Menurut Saha, menjaga konsistensi adalah kunci. Tanpa itu, bakat besar Yamal dapat mengarah pada perjalanan karier yang tidak sesuai potensi terbaiknya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index